JK geram namanya dicatut soal perpanjangan kontrak Freeport
Nama Jokowi dan JK dicatut elit politik untuk memberikan kepastian perpanjangan kontrak Freeport.
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Sudirman Said mengungkap adanya pencatutan nama Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla dalam perpanjangan kontrak PT Freeport Indonesia hingga 2041. Nama Jokowi dan JK dicatut elit politik untuk memberikan kepastian perpanjangan kontrak Freeport.
Menanggapi hal itu, Wapres JK membenarkan Menteri ESDM Sudirman Said sudah melaporkan pencatutan nama tersebut dalam perpanjangan kontrak Freeport. JK mengaku geram adanya upaua politis dalam urusan pemerintah dan Freeport.
"Iya kalau itu yang dikatakan benar bahwa kami, presiden dan saya minta jatah, pasti saya marah. Apa benar? Dan tolong dilaporkan saja yang ngomong begitu (minta jatah)," tutur JK di Istana Wapres, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Rabu (11/11).
Namun, JK enggan menyebutkan nama dan inisial politikus tersebut. Dia pun menyerahkan sepenuhnya kepada Menteri ESDM Sudirman Said untuk menindaklanjuti temuan itu.|
"Tanya sama Sudirman saja. Nantilah tanya sm Sudirman saja," imbuh JK.
Sebelumnya, Menteri ESDM Sudirman Said dalam sebuah diskusi di program televisi mengatakan bahwa ada politisi cukup terkenal menjual nama Presiden dan Wakil Presiden dalam perpanjangan kontrak Freeport. Tentu saja politisi itu meminta imbalan bagian saham Freeport sekaligus proyek pembangkit listrik di Timika, Papua.
Baca juga:
Setnov bantah DPR ikut campur soal perpanjangan kontrak Freeport
Freeport hadiri pertemuan Jokowi dengan Kadin AS di Washington DC
Akhir tahun, Pertamina target pasok seluruh kebutuhan BBM Freeport
Jika Freeport IPO, bos BEI jamin sahamnya tak dibeli asing
Pembelaan Freeport tunggu kepastian perpanjangan kontrak