LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. UANG

Jika Rupiah terus anjlok, krisis ekonomi 98 bakal terulang

Kondisi semakin parah karena ketergantungan Indonesia akan barang impor.

2015-03-19 13:15:29
Rupiah Merosot
Advertisement

Anjloknya nilai tukar Rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) menyimpan potensi terulangnya kembali krisis yang meluluhlantakkan ekonomi Indonesia pada 1998. Ada beberapa indikasi yang memberikan sinyal bakal terulang kembali krisis ekonomi di dalam negeri.

Anggota Dewan Pakar Koalisi Anti Utang (KAU) Kusfiardi Sutan Majo Endah mengatakan terdepresiasinya Rupiah sudah mempengaruhi sektor perbankan. Kini, tak sedikit perbankan nasional yang melakukan pinjaman dalam bentuk dolar tetapi pendapatannya berupa Rupiah.

"Secara statistik memang perbankan kita baik tapi sudah sangat rentan, penyebabnya antara lain adanya capital outflow, kepemilikan asing dan penjahat keuangan di masa lalu yang masih berkeliaran hingga saat ini," ujar Kusfiardi di kantor Seknas Fitra, Jakarta Selatan, Kamis (19/3).

Advertisement

Untuk itu, pemerintah harus waspada lantaran industri keuangan nasional sudah didominasi asing. Jangan sampai pelaku perbankan mengambil celah dengan membangkrutkan bank mereka.

"Kalau dampaknya luas, maka akan terjadi seperti 2008 di mana biaya krisis mencapai 50 persen dari PDB, jadi setengahnya untuk perbaiki krisis. Belum dampak secara sosial seperti pengangguran bertambah dan instabilitas meningkat," tegasnya.

Kondisi semakin parah karena ketergantungan Indonesia akan barang impor. "Impor energi, bahan pangan, bahan baku industri, barang konsumsi, dari kebutuhan impor ini saja jika bersamaan akan memperdalam pelemahan Rupiah, apalagi beban pinjaman asing oleh sektor swasta dan pemerintah akan semakin berat dan menekan Rupiah. Bedanya dengan 1998, kita tidak banyak impor pangan tapi lebih kepada pinjaman pemerintah dan swasta," katanya.

Advertisement

Baca juga:
Biksu Thailand 'digoreng' hidup-hidup dalam minyak panas
6 Hal ini diam-diam bisa picu hasrat bercinta wanita
Agus Santoso habiskan Rp 19 miliar biayai pengikutnya hidup di hotel
Dua sejoli ciuman dan gesek kemaluan di KRL yang menuju ke Tebet
5 Fakta mengerikan ISIS Indonesia
Mereka meninggal di masjid usai beribadah

Jangan lewatkan:
Tahu Istri Suka Wanita, Pria Ini Nekat Operasi Kelamin!
Mungkinkah analisa Jokowi bakal dilengserkan diganti JK terbukti?
5 Alasan Xiaomi bakal kuasai jagat teknologi dunia
Cerita tragis belasan warga Suku Anak Dalam mati kelaparan di hutan
Ini kata Ahok soal pengacara Haji Lulung dijebloskan ke penjara
Kesal digosipkan soal perkawinan, bupati cantik ini pamer akta cerai

(mdk/noe)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.