LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. UANG

Jelang Ramadan, bisnis gadai diprediksi semakin menggeliat

Menurut Sunarso, banyak masyarakat menggadaikan emas miliknya menjelang Ramadan karena kebutuhan modal untuk membuka usaha.

2018-04-17 19:23:33
pegadaian
Advertisement

Direktur Utama PT Pegadaian (Persero), Sunarso mengatakan bahwa bisnis gadai akan naik saat Ramadan dan Lebaran. Permintaan pembiayaan dari Pegadaian akan meningkat seiring tingginya kebutuhan masyarakat.

"Trend produk menjelang Ramadan itu tetap emas. Kita 90 persen masih emas tetapi kita akan perbanyak jenis barangnya," ungkap Sunarso di Kantor Cabang Pegadaian Kebayoran Baru, Jakarta, Selasa (17/4).

Menurut Sunarso, banyak masyarakat menggadaikan emas miliknya menjelang Ramadan karena kebutuhan modal untuk membuka usaha.

Advertisement

"Awal bulan puasa, untuk modal (usaha) bisanya. Itu bukti bahwa binis Pegadaian men-support bisnis, bukan melulu orang kepepet ke Pegadaian. Bulan puasa kalau demand-nya makanan minuman naik, makan biasanya itu naik, maka butuh modal kerja, dan mereka ke Pegadaian," jelasnya.

Dia berharap, kondisi perekonomian yang mulai membaik dapat turut mendongkrak bisnis gadai tahun ini. "Ya kami berharap tahun ini lebih bagus. Tahun ini bisnis mulai menggeliat, harga komoditi naik, harga minyak naik, kalau harga minyak naik itu bisa baik juga lho, karena harga komoditi naik memicu pertumbuhan," kata dia.

Namun demikian, Pegadaian ke depannya juga akan mendorong bisnis non gadai, seperti kredit mikro non-gadai, bisnis perhotelan, dan penjualan emas. Sebab, potensi pengembangan bisnis non gadai masih cukup besar. Saat ini perbandingan porsi bisnis gadai dan non gadai adalah 90:10.

Advertisement

"Kemarin (tahun 2017) outstanding pembiayaan Rp 36,9 triliun. Yang non gadai baru Rp 3,5 triliun. Artinya Pegadaian masih punya potensi yang besar untuk meningkatan bisnis non gadai, baru sekitar 10 persen," katanya.

Pihaknya menargetkan pada akhir tahun 2023 nanti, porsi antara bisnis gadai dan non gadai akan menjadi 50:50. "Jadi kalau gadai kita ingin tumbuh 2 kali lipat selama 5 tahun, kalau non gadai kita ingin 4 kali lipat dalam 5 tahun, jadi (bisnis non gadai) harus dua kali lipat, infrastrukturnya lagi kita siapkan," ujar dia.

Baca juga:
PT Pos berbenah diri di bisnis pengiriman barang
Pertamina bantah lamban menangani tumpahan minyak Balikpapan
PGN salurkan gas bumi ke pabrik permen berorientasi ekspor
Rumah Murah BTN, aplikasi untuk berburu rumah bekas yang dilelang
Jasa Marga raup kredit Rp 7,7 T untuk bangun tol Batang-Semarang

(mdk/idr)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.