Jasa Marga raup kredit Rp 7,7 T untuk bangun tol Batang-Semarang
Merdeka.com - PT Jasamarga Semarang Batang mendapat kredit sindikasi sebesar Rp 7,731 triliun untuk pembangunan ruas tol Batang-Semarang. Tol tersebut merupakan bagian dari proyek Trans Jawa.
Direktur Utama Jasamarga Semarang Batang, Arie Irianto, mengatakan pembangunan proyek tol Batang-Semarang memerlukan total dana Rp 11,04 triliun. Pendanaan tersebut berasal dari dalam kas perusahaan sebesar 30 persen dan kredit sindikasi 70 persen atau Rp 7,731 triliun.
"Kita menandatangani perjanjian sindikasi untuk proyek tol Semarang-Batang nilai konstruksi Rp 11,4 triliun dari pemenuhan sindikasi Rp 7,731 triliun," kata Arie, saat menghadiri acara penandatanganan kredit sindikasi, di Kantor Pusat Jasamarga, Jakarta, Selasa (17/4).
Kredit sindikasi sebesar Rp 7,731 triliun digelontorkan oleh enam bank dan satu perusahaan pembiayaan infrastruktur. PT Bank Mandiri (Persero) sebesar Rp 2,5 triliun, PT Bank Central Asia (BCA) Rp 2 triliun, CIMB Niaga Rp 1,1 triliun, KEB Hana Bank Rp 550 miliar, Panin Bank Rp 400 miliar, Bank Jateng Rp 331 miliar dan PT Sarana Multi Infrastruktur (Persero) Rp 850 miliar.
Menurut Arie, pinjaman tersebut memiliki jangka waktu 15 tahun, dengan bunga suku bunga acuan plusminus 4 persen per tahun, atau sekitar 9,08 persen. Dana kredit tersebut untuk membiayai konstruksi dan di luar konstruksi.
"Untuk pembiayaan belanja modal, biaya konstruksi, konsultan, dan biaya lainnya," tutur Arie.
Arie mengungkapkan, proyek sepanjang 75 kilometer (Km) tersebut, merupakan bagian dari Trans Jawa yang masuk dalam Proyek Strategis Nasional. Pembangunan Tol Batang-Semarang ditargetkan selesai pada 25 September 2018.
"Proyek ini bagian dari Proyeks Strategis Nasional, tol trans Jawa yan memang ditunggu pemerintah," tandasnya.
Senior Vice President Corporate Banking Bank Mandiri, Yusak L.S. Silalahi, mengatakan penyaluran kredit ini menjadi implementasi konsistensi perseroan dalam mendukung sinergi antar BUMN pada program-program strategis pemerintah, khususnya dalam percepatan penyediaan infrastruktur utama.
"Kami memiliki produk-produk pembiayaan yang bisa dimanfaatkan, termasuk pada tahap pembebasan lahan, pembangunan konstruksi maupun tahap pengoperasian," jelas Yusak.
Bank Mandiri telah memberikan komitmen pembiayaan untuk pembangunan 14 tol senilai Rp 14,2 triliun sepanjang 592 Km yang tengah dibangun. Dengan total realisasi penyaluran sebesar Rp 7,6 triliun hingga Desember 2017.
"Hampir ±75 persen kehadiran Bank Mandiri dalam berbagai proyek jalan tol tersebut direalisasikan secara sindikasi, baik dengan bank BUMN, bank swasta, maupun lembaga keuangan non bank. Hal ini merupakan salah satu strategi ini untuk mengelola risiko dan menjaga kualitas pembiayaan kami," tandas Yusak.
Reporter: Pebrianto Eko Wicaksono
Sumber: Liputan6
(mdk/bim)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya