Jelang Ramadan, Bareskrim Polri Pantau Harga Pangan di Gorontalo untuk Stabilitas Pasar
Bareskrim Polri intensifkan pemantauan harga dan ketersediaan bapokting di Gorontalo jelang Ramadan. Langkah ini diambil untuk memastikan stabilitas pasar dan mencegah praktik penimbunan.
Bareskrim Polri bersama Satuan Tugas (Satgas) Sapu Bersih (Saber) Pangan turun langsung memantau harga barang kebutuhan pokok dan barang penting (bapokting) di Kota Gorontalo, Provinsi Gorontalo. Pemantauan ini dilakukan menjelang bulan suci Ramadan untuk memastikan ketersediaan pasokan dan stabilitas harga.
Tim gabungan tersebut menyisir tiga lokasi utama di Kota Gorontalo, termasuk pasar tradisional dan ritel modern. Langkah ini bertujuan menjaga stabilitas harga serta mencegah potensi praktik penimbunan barang yang dapat merugikan masyarakat.
Fokus pemantauan mencakup berbagai komoditas penting seperti bawang, cabai, daging, telur, beras, hingga minyak goreng. Upaya ini merupakan bagian dari strategi pengawasan pasar nasional yang dilakukan secara berkala.
Pengawasan Intensif Bapokting di Gorontalo
Komisaris Besar Polisi Feri Kurniawan, Ketua Tim Bareskrim Mabes Polri, menjelaskan bahwa pemantauan ini dilakukan bersama Satgas Saber Pangan daerah. Mereka berkolaborasi dengan Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Gorontalo dan Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polresta Gorontalo Kota. Tujuan utamanya adalah stabilisasi harga dan ketersediaan pangan menjelang Ramadan.
Tiga lokasi strategis menjadi titik fokus pengawasan, yaitu Pasar Sentral Kota Gorontalo, Gerakan Pasar Murah Lapangan Padebuolo, dan pengecer modern yang berada dalam kawasan Mall Gorontalo. Pemilihan lokasi ini mencakup berbagai segmen pasar untuk mendapatkan gambaran menyeluruh mengenai kondisi bapokting.
Komoditas yang diawasi meliputi bawang merah, bawang putih, cabai merah keriting, cabai rawit merah, daging, telur, beras, dan minyak goreng. Selain itu, gula, tepung terigu, susu, jagung, kedelai, dan ikan juga tidak luput dari perhatian tim.
Hasil Pemantauan dan Upaya Pencegahan
Dari hasil pemantauan awal, Bareskrim Polri mencatat bahwa harga penjualan bapokting di ketiga lokasi tersebut masih tergolong normal. Begitupun dengan ketersediaan bapokting, masih mencukupi kebutuhan masyarakat selama Ramadan dan Idul Fitri.
Feri Kurniawan menegaskan bahwa pemantauan ini penting untuk mendeteksi, mencegah, dan menindaklanjuti adanya permainan harga penjualan. Praktik tersebut dapat mempengaruhi ketersediaan serta stabilitas pasokan bapokting di pasar. Pihaknya akan terus berkoordinasi dengan semua pihak terkait untuk pengawasan berkelanjutan.
Kapolresta Gorontalo Kota Komisaris Besar Polisi Suryono menambahkan, pihaknya bersama instansi terkait akan terus melakukan pengawasan hingga Idul Fitri. Hal ini untuk menghindari praktik-praktik negatif seperti penjualan di atas harga eceran tertinggi (HET) hingga dugaan penimbunan yang dapat mengganggu stabilitas ketersediaan bapokting.
Masyarakat diimbau untuk berperan aktif dalam mencegah permainan harga hingga upaya penimbunan bapokting. Laporan dari warga sangat dibutuhkan agar pihak berwenang dapat segera menindaklanjuti setiap pelanggaran yang terjadi.
Sumber: AntaraNews