Jelang Idul Adha 1447 H, Karantina Maluku Utara Pastikan Hewan Kurban Sehat dan Bebas Penyakit
Karantina Maluku Utara intensifkan pengawasan dan pemeriksaan kesehatan hewan kurban jelang Idul Adha 1447 H, memastikan semua Hewan Kurban Maluku Utara sehat, aman, dan bebas penyakit zoonosis.
Menjelang perayaan Idul Adha 1447 Hijriah, Balai Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan (Karantina) Maluku Utara mengambil langkah proaktif. Mereka memastikan seluruh hewan kurban yang akan beredar di wilayah tersebut dalam kondisi prima dan bebas dari berbagai penyakit.
Pengawasan ketat ini dilakukan melalui serangkaian pemeriksaan kesehatan hewan. Tindakan ini bertujuan untuk memberikan rasa aman kepada masyarakat yang akan berkurban.
Kepala Karantina Maluku Utara, Sugeng Prayogo, menegaskan pentingnya deteksi dini. Ini untuk mencegah penyebaran penyakit hewan menular antarwilayah.
Pemeriksaan Komprehensif untuk Hewan Kurban Maluku Utara
Karantina Maluku Utara, bekerja sama dengan Dinas Pertanian Kota Ternate, telah melaksanakan pemeriksaan kesehatan terhadap 113 ekor hewan kurban. Pemeriksaan ini mencakup sapi dan kambing di Kelurahan Tubo serta Kelurahan Tarau.
Sugeng Prayogo menjelaskan bahwa pengawasan ini merupakan upaya deteksi dini. Hal ini sangat krusial mengingat peningkatan lalu lintas ternak menjelang Idul Adha.
Tujuan utamanya adalah untuk memastikan setiap hewan yang akan dikurbankan memenuhi standar kesehatan. Hewan-hewan ini harus aman dan layak untuk konsumsi masyarakat.
Langkah-langkah ini sesuai dengan Keputusan Kepala Badan Karantina Indonesia Nomor 2071 Tahun 2026. Keputusan tersebut mengatur pengawasan dan pemeriksaan hewan kurban menjelang Idul Adha 1447 Hijriah.
Mencegah Penyakit Zoonosis dan Menjamin Keamanan
Ketua Tim Karantina Hewan Karantina Maluku Utara, Alma Salim Religa, merinci proses pemeriksaan. Pemeriksaan dilakukan secara menyeluruh pada kondisi fisik hewan.
Tujuannya adalah memastikan hewan kurban sehat dan bebas dari penyakit, khususnya zoonosis. Penyakit zoonosis adalah penyakit yang dapat menular dari hewan ke manusia.
Selain itu, pemeriksaan juga memastikan hewan tidak cacat dan memenuhi syarat syariat Islam. Ini penting untuk ibadah kurban yang sah.
Pemeriksaan fisik meliputi pengamatan nafsu makan, kondisi feses, cara berdiri, serta pemeriksaan selaput mata, hidung, dan mulut hewan.
Sinergi Lintas Sektor dan Harapan Masyarakat
Karantina Maluku Utara terus memperkuat kesiapsiagaan dan deteksi dini. Ini dilakukan untuk mengantisipasi potensi penyebaran penyakit hewan.
Pengawasan ini mencakup lalu lintas ternak yang masuk maupun keluar dari wilayah Maluku Utara. Hal ini penting untuk menjaga kesehatan populasi hewan secara keseluruhan.
Kegiatan pengawasan melibatkan tindakan karantina berupa pemeriksaan fisik dan monitoring kesehatan. Ini dilakukan bersama Dinas Pertanian Kota Ternate yang membidangi peternakan.
Kehadiran Pengawas Bibit Ternak Ahli Muda Dinas Pertanian Kota Ternate, Humairah Yaman, dalam kegiatan ini menunjukkan sinergi yang kuat. Karantina Maluku Utara berharap masyarakat dapat memperoleh hewan kurban yang sehat, aman, dan memenuhi persyaratan.
Sumber: AntaraNews