Jelang Akhir Tahun, Harga Telur Mulai Naik Daging Ayam Stabil
Kenaikan harga daging dan telur ayam di akhir tahun sudah diprediksi sebelumnya. Lonjakan harga tersebut disebabkan oleh tingginya permintaan menjelang hari raya Natal dan Tahun Baru (Nataru). Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita mengatakan permintaan warga akan meningkat menjelang dua perayaan besar tersebut.
Harga telur dan daging ayam di pasar mulai mengalami kenaikan menjelang akhir tahun. Seperti di kawasan Pasar Jatinegara, Jakarta Timur harga telur naik Rp 1.000 per kilo gram (kg). Hari ini harga telur ayam terpantau Rp 23.000 per Kg, beberapa minggu sebelumnya harga telur hanya Rp 21.000 hingga Rp 22.000 per Kg.
Salah satu penjual telur, Ivan, menyebutkan harga telur sekarang ini mulai naik tapi tidak terlalu melonjak seperti beberapa bulan ke belakang yang menyentuh angka Rp 28.000 per kg. "Paling Rp 22.000 atau Rp 23.000 sekilonya," kata dia, Selasa (20/11).
Sementara itu, harga daging ayam saat ini relatif stabil di kisaran Rp 28.000 hingga Rp 34.000 per Kg. Dia menjelaskan untuk daging ayam tidak lagi mengalami lonjakan seperti bulan-bulan sebelumnya yang hampir Rp 40.000 bahkan lebih per Kg-nya. "Sekarang paling mahal Rp 35.000 per Kg," ujarnya.
Kenaikan harga daging dan telur ayam di akhir tahun sudah diprediksi sebelumnya. Lonjakan harga tersebut disebabkan oleh tingginya permintaan menjelang hari raya Natal dan Tahun Baru (Nataru).
Menteri Perdagangan (Mendag) Enggartiasto Lukita mengatakan permintaan warga akan meningkat menjelang dua perayaan besar tersebut. Hal tersebut merupakan kondisi lumrah yang hampir tiap tahun terjadi.
"Telur dan ayam ada potensi kenaikan harga," kata Mendag Enggar dalam Rapat Koordinasi Nasional Ketersediaan Pasokan dan Stabilisasi Harga Barang Kebutuhan Pokok Menjelang Natal 2018 dan Tahun Baru 2019 di Batam, Kepulauan Riau.
Dia mengatakan saat menjelang Natal dan Tahun Baru, kebutuhan masyarakat akan telur meningkat, sementara pasokannya dikhawatirkan menurun. "Supply-nya, saya khawatir berkurang, mudah-mudahan tidak, maka akan jadi persoalan," kata dia.
Selain telur dan ayam, harga cabai merah dan cabai keriting juga berpotensi naik, dipengaruhi keterbatasan pasokan karena sudah memasuki musim hujan.
Sementara itu, secara keseluruhan menurut mendag, harga komoditas pangan relatif stabil, tidak terlalu mempengaruhi inflasi. Pasokan beras relatif mencukupi, demikian pula minyak goreng, daging, bawang putih dan bawang merah. "Kontribusi 'volatile food' tidak tinggi pada inflasi," tutup Mendag Enggar.
Baca juga:
Apindo Sebut Gudang Pakan Ternak Belum Cukup Tampung Produksi Jagung
Harga Bawang Merah Meroket jadi Rp 32.000 per Kg di Aceh
Peminjaman Jagung Untuk Menutupi Kebutuhan Dinilai Kurang Tepat
Menko Darmin Sebut Bulog Bisa Batalkan Impor 100.000 Ton, Ini Sebabnya
Blusukan, Jokowi Kejutkan Pedagang & Pembeli Pasar Induk Sidoharjo
Pemerintah Dituntut Beri Solusi Atasi Lonjakan Inflasi Akhir Tahun
Jelang Natal & Tahun Baru, Kasatgas Pangan Harap Lembaga Terkait Benahi Koordinasi