Jalur ganda Kereta Jakarta-Surabaya beroperasi Februari 2014
Seharusnya jalur ganda beroperasi tahun lalu, namun masih terkendala pembebasan lahan.
Kementerian Perhubungan menjanjikan pengoperasian kereta jalur ganda Jakarta-Surabaya bisa mulai beroperasi bulan depan atau Februari 2014. Pengoperasian ini diakui terlambat dari target awal yang seharusnya bisa diberlakukan tahun lalu.
Menteri Perhubungan EE Mangindaan mengakui, tahun lalu masih ada beberapa kendala dalam pembangunan kereta jalur ganda (double track) ini. Salah satunya soal pembebasan lahan.
"Tahun lalu harusnya sudah selesai. Ternyata ada masalah tanah yang belum selesai. Sedikit masalah tanah itu menjadi problem pembangunan rel, di daerah Antarjati mau ke Jateng. Sekarang melibatkan pengadilan sudah kita titipkan ke pengadilan. Insya Allah sudah selesai tahun ini," ucap Mangindaan ketika ditemui di kantornya, Jakarta, Kamis (2/1).
Mangindaan yakin proses pembebasan lahan tidak akan memakan waktu lama, sehingga Februari 2014 kereta jalur ganda dari Jakarta-Surabaya sudah bisa beroperasi. Sementara untuk jalur Selatan yaitu dari Solo-Madiun-Surabaya juga dijanjikan segera beroperasi.
Beroperasinya kereta rel ganda ini diklaim akan mengurangi beban dan kerusakan jalan raya. Salah satunya karena pengiriman barang akan banyak dilakukan dengan kereta api. Mangindaan mengatakan, kerusakan jalan terjadi karena banyaknya truk muatan berat di jalan raya.
"Seperti diketahui setiap tahun memperbaiki jalan karena kapasitas yang sudah tidak mencukupi dan mengurangi kemacetan, karena kalau lewat kereta juga lebih on time," jelasnya.
Untuk harga tiket, Mangindaan belum menyebutkan besarannya lantaran mempertimbangkan aspek sosial. "Harga tiket sedang kita hitung, saya belum berani menaikkan tiket terlalu besar," tutupnya.
Baca juga:
Menhub menyesal laporan keuangan kementeriannya masih 'cacat'
PNS Kemenhub dapat kado awal tahun kenaikan gaji
Penyerapan anggaran turun, Menhub salahkan APBN-P terlambat
Ini prestasi tahun lalu yang dibanggakan Menhub
Tahun berganti, Menhub masih mengeluh minim ahli transportasi