LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. UANG

Jaga Keandalan Pasokan Listrik, MRT Minta PLTD Senayan Beroperasi 24 Jam

PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) atau PLN tengah menyiapkan Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD) Senayan. Selain untuk memenuhi kebutuhan listrik MRT Jakarta, juga untuk mengantisipasi agar MRT Jakarta tak lagi mengalami pemadaman listrik seperti yang terjadi di Minggu (4/8) silam.

2019-08-15 15:22:46
PLN
Advertisement

PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) atau PLN tengah menyiapkan Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD) Senayan. Selain untuk memenuhi kebutuhan listrik MRT Jakarta, juga untuk mengantisipasi agar MRT Jakarta tak lagi mengalami pemadaman listrik seperti yang terjadi di Minggu (4/8) silam.

Direktur Utama PT MRT Jakarta William Sabandar membenarkan bahwa PLTD Senayan bakal menjadi pemasok listrik cadangan bagi MRT. Namun, pembangkit yang ditargetkan rampung Oktober tersebut diakui dia masih punya kelemahan, yakni tidak bisa langsung memasok listrik ketika terjadi pada sistem utama dan cadangan pertama.

"PLTD Senayan itu memang akan diperuntukkan bagi MRT Jakarta, tapi saya dengar kemarin bahwa itu bukan PLTD hot standby. Jadi kalau cold standby sama saja nanti listrik kita mati dia akan butuh waktu untuk hidupkan," kata dia, di kantornya, Jakarta, Kamis (15/8).

Advertisement

Dengan demikian, PLTD Senayan baru akan menyala ketika dua sistem di garis depan sebagai pemasok listrik lumpuh. Nah itu membuat PLTD Senayan butuh waktu untuk bisa mulai memasok listrik ke MRT Jakarta.

"Kan dia pada saat listrik mati kereta itu akan langsung mati. Kereta mati butuh waktu lagi satu jam untuk kita mengoperasikan kereta. Karena begitu kereta mati seluruh sistem kita down. Dan untuk menghidupkan sistem itu butuh waktu. Jadi saya minta GM PLN untuk memperhatikan hal tersebut, kalau bisa di hot standby kan," ujarnya.

Dia menegaskan, pengalamaan insiden listrik padam menunjukkan pentingnya keandalan pasokan listrik. "Ini kan sesuatu yang luar biasa ya sebenarnya. Karena enggak mungkin dua sistem itu mati. Karena ada satu sistem cadangan. Nah ini baik sistem utama maupun cadangannya down," urai dia.

Advertisement

Untuk mengantisipasi itu, pihaknya meminta PT PLN (Persero) memastikan sistem ketiga, yakni PLTD Senayan selalu siap sedia ketika dibutuhkan alias berstatus hot standby.

"Jadi dengan kejadian itu kita butuh sistem ketiga yaitu yang sistem Senayan. Nah sistem senayan ini juga diharapkan hot standby juga supaya saat listrik (utama dan cadangan pertama) mati, dia langsung suplai ke sistem kita," jelasnya.

Artinya dengan adanya pasokan dari PLTD Senayan, operasional MRT Jakarta tak akan lumpuh sedetik pun ketika sistem utama dan cadangan pertama lumpuh seperti dua minggu lalu.

"Kalau hot standby itu artinya dia akan beroperasi terus menerus sehingga pada saat listrik MRT mati, dia langsung bisa mengalirkan listrik tanpa sistem MRT itu drop. Itu yang kita harapkan," tandasnya.

Baca juga:
Cegah Kerugian, Bos MRT Minta PLN Jaga Pasokan Listrik
Tingkatkan Pelayanan, MRT Jakarta Gandeng Operator Asal Korea Selatan
Fraksi Gerindra DPRD DKI Nilai MRT Belum Efektif Atasi Kemacetan Jakarta
Pembangkit Warisan Soekarno jadi Andalan Pasokan Listrik MRT
Anies Ingin MRT Jakarta Punya Pembangkit Listrik Sendiri
Akibat Listrik Padam 9 Jam, MRT Jakarta Rugi Rp507 Juta

(mdk/azz)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.