LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. UANG

Jadikan RI pusat ekonomi halal, BI akan gelar seminar tingkat internasional

Data dari Global Islamic Economic Report 2017-2018 menunjukkan, skor indikator ekonomi Islam sebagai negara dengan populasi muslim terbesar Indonesia berada di urutan ke 11.

2018-09-24 18:15:06
Ekonomi Syariah
Advertisement

Kepala Departemen Ekonomi dan Keuangan Syariah Bank Indonesia (BI), Anwar Bashor menyebut bahwa industri halal di Tanah Air perlu dikembangkan agar dapat menopang pertumbuhan ekonomi syariah. Menurutnya, pengembangan ekonomi dan keuangan syariah merupakan salah satu upaya memperkuat struktur perekonomian Indonesia secara jangka panjang.

Dia menjelaskan, industri halal menjadi sangat penting sebab saat ini kecenderungan global menunjukkan adanya kepesatan permintaan konsumen akan produk halal. Hal tersebut secara otomatis mendorong naiknya investasi dan perdagangan pasar industri halal, baik di negara Islam maupun Non Muslim.

"Peluang Indonesia sebagai pusat ekonomi halal sangat besar," kata di di gedung BI, Senin (24/9).

Advertisement

Data dari Global Islamic Economic Report 2017-2018 menunjukkan, skor indikator ekonomi Islam sebagai negara dengan populasi muslim terbesar Indonesia berada di urutan ke 11. "Sedangkan Malaysia berada di urutan pertama," ujarnya.

Saat ini, persaingan bisnis halal dunia semakin sengit. Terlihat dari maraknya event-event halal berskala internasional.

Untuk itu, Indonesia melalui BI juga tidak mau ketinggalan, dalam waktu dekat akan ada Indonesia International Halal Seminar & Workshop diselenggarakan dalam rangkaian kegiatan World Bank Annual Meeting dan event tahunan Indonesia International Lifestyle Conference and Forum (INHALIFE) pada tanggal 3 dan 4 Oktober 2018 di Jakarta.

Advertisement

"Agar Indonesia dapat dikenal sebagai produsen halal potensial di dunia, bukan hanya sebagai pasar produk halal," terangnya.

Masuknya Indonesia dalam kalender international merupakan kesempatan baik untuk menunjukkan pada dunia bahwa perekonomian Indonesia semakin membaik dan kondusif untuk berinvestasi khususnya dalam industri halal.

"Industri halal diharapkan dapat mendapat menjadi sumber baru pertumbuhan ekonomi domestik, sejalan dengan upaya pemerintah dalam mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif," jelasnya.

Adapun sasaran peserta kegiatan ini adalah 60 persen dari kalangan pelaku usaha atau bisnis halal dari dalam dan luar negeri, kemudian 40 persen sisanya adalah masyarakat umum, akademisi, pemda dan kementerian terkait.

"Indonesia sebagai negara dengan penduduk muslim terbesar dunia perlu untuk memperbaiki positioning yang selama ini lebih dikenal sebagai target pasar dibandingkan sebagai produsen. Untuk itu perlu dibangun role model pelaku usaha industri syariah dan penguatan sektor industri halal," tutupnya.

Baca juga:
Ma'ruf sebut Jokowi sudah siapkan landasan ekonomi syariah
BI beberkan tantangan dan kunci pengembangan ekonomi syariah di Indonesia
BI sebut ekonomi syariah mampu kurangi defisit transaksi berjalan
Ekonomi syariah hingga UMKM bakal dibahas di pertemuan tahunan IMF-Bank Dunia
Pembiayaan swasta hingga fintech jadi bahasan utama RI di pertemuan IMF-Bank Dunia

(mdk/idr)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.