Ekonomi syariah hingga UMKM bakal dibahas di pertemuan tahunan IMF-Bank Dunia
Merdeka.com - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman, Luhut Binsar Panjaitan mengungkapkan bahwa dalam pertemuan IMF-World Bank 2018 yang digelar di Bali Indonesia akan mendorong beberapa isu strategis. Di antaranya adalah pembahasan terkait strategi global untuk mendorong pembangunan infrastruktur di negara berkembang dan pembahasan terkait human capital.
Menko Luhut menyebut, terkait upaya mendorong pembangunan infrastruktur, pemerintah menekankan secara khusus pada sektor urbanisasi. Mengingat, banyak negara berkembang termasuk Indonesia saat ini mengalami proses urbanisasi yang sangat pesat.
"Kondisi itu harus didukung dengan ketersediaan layanan publik untuk menjadikan wilayah urban sebagai kawasan yang layak huni dan memiliki potensi ekonomi untuk menyerap lapangan kerja," kata Menko Luhut dalam acara diskusi Forum Merdeka Barat, Menaker AM IMF 2018, di Kementerian Keuangan, Jakarta, Senin (17/9).
Menko Luhut menambahkan, dalam pembahasan human capital, dirinya menekankan kaitan pada kondisi di era disruption dari perkembangan ekonomi digital saat ini. Yakni, bagaimana menyiapkan generasi muda untuk dapat bersaing di era ekonomi digital.
"Sesuai Instruksi Presiden bahwa momentum kehadiran 'dunia' ke Bali bulan Oktober 2018 wajib dimanfaatkan sebesar-besarnya untuk untuk mempromosikan Indonesia sebagai destinasi investasi dan wisata," katanya.
Selain itu, Mantan Menko Polhukam itu juga mengungkapkan isu ekonomi syariah, dukungan terhadap UKM, serta strategi keuangan terkait penanganan risiko bencana juga akan dibahas dalam pertemuan tersebut.
Dirinya pun menegaskan, Indonesia juga perlu memastikan bahwa posisinya sebagai tuan rumah dan Ketua dari Development Committee Bank Dunia. Oleh karena itu, beberapa pembahasan tersebut harus dimanfaatkan untuk membantu penyelesaian masalah-masalah dunia di bidang ekonomi, keuangan, dan pembangunan.
(mdk/azz)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya