Jadi surga pakaian ilegal, mendag sindir Indonesia bangsa bekas
Mendag Rachmat menilai jiwa konsumtif masyarakat Tanah Air begitu tinggi, termasuk kepada barang bekas.
Kementerian Perdagangan mengkampanyekan anti pakaian bekas impor pada peringatan Hari Konsumen Nasional (Harkonas). Pemerintah geram atas maraknya baju bekas tersebut memasuki Indonesia secara ilegal.
Menteri Perdagangan Rachmat Gobel menegaskan bahwa jiwa konsumtif masyarakat Tanah Air begitu tinggi, termasuk kepada barang bekas. Atas kondisi itu, dirinya menyindir bahwa Indonesia menjadi bangsa 'bekas'.
"Kalau seperti ini kita jadi bangsa bekas," kata Rachmat di Jakarta, Selasa (12/5).
Rachmat sesumbar bakal mengoptimalkan upaya menahan banjirnya pakaian eks impor ke dalam negeri. Sebab hal ini dianggapnya, juga mencederai kedaulatan bangsa.
"Kita tidak mau bangsa besar ini bangsa bekas, kita punya martabat dan derajat bangsa," ungkapnya.
Adapun langkah yang akan digunakan untuk memberantas pakaian bekas eks impor makin menjamur di Indonesia, pihaknya bakal makin menguatkan koordinasi dengan Kepolisian, Direktorat Jendral Bea Cukai Kementerian Keuangan dan tiap Pemerintah Daerah.
Rachmat juga menekankan kepada masyarakat juga ikut menjaga pasar dalam negeri. "Masyarakat juga harus menjaga dan mengontrol pasar kita sendiri, jangan cuma bisa komentar," terangnya.
Baca juga:
Tahun depan, Kemendag larang peredaran pakaian bekas impor
Hambat industri nasional, Menperin ajak Kapolri sikat pakaian bekas
Kampanye produk RI, mendag pernah marahi wanita pamer daleman impor
Pakaian bekas di Aceh tercemar jamur patogen
Pakaian bekas impor laris sebab orang Indonesia gengsinya tinggi