Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Pakaian bekas impor laris sebab orang Indonesia gengsinya tinggi

Pakaian bekas impor laris sebab orang Indonesia gengsinya tinggi pedagang pakaian bekas meningkat. ©2013 Merdeka.com/arie basuki

Merdeka.com - Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) memberi dukungan penuh atas kebijakan Kementerian Perdagangan memberantas pakaian bekas impor. Mereka sepakat, langkah ini untuk memperbaiki industri garmen dari hulu ke hilir.

"Yang dipakai di dalam negeri, kalau di luar itu barang sumbangan," kata Wakil Ketua Aprindo Tutum Rahanta di Jakarta, Senin (15/2).

Tutum menegaskan, selain berisiko mematikan industri dalam negeri, peredaran baju bekas juga melanggar hukum. Sebab, masuknya barang bekas itu melalui selundupan. Pihaknya mengklaim tidak ada satu pun pengusaha yang tergabung di Aprindo, menjual pakaian bekas.

"Kami sebagai ritel tidak jual barang bekas, selalu patuh atas aturan main. Barang itu tidak boleh dijual," ujarnya.

Ketua bidang ritel Aprindo Eddy Hartono membeberkan penyebab larisnya pakaian bekas impor di Indonesia. Dia menyebut, banyaknya pemakaian barang bekas impor lantaran masyarakat gengsi dengan merek hasil produk dalam negeri dan memilih menggunakan merek luar negeri. Padahal, kata dia, merek yang terkenal tidak menjamin kualitas bagus.

Dia malah menegaskan bahwa produksi dalam negeri tidak kalah hebat. "Masyarakat ingin brand image, gengsi, karena membeli baru mahal jutaan, mereka beli bekas," jelas Eddy.

(mdk/noe)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP