ISEI nilai produk Indonesia masih kalah bersaing
Ini disebabkan oleh tingginya biaya produksi.
Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia (ISEI) menilai produk indonesia masih kalah bersaing. Ini disebabkan oleh tingginya biaya produksi.
"Produk kita ini dalam jumlah besar tidak mampu, harga terlalu mahal karena beban logistik dan energi besar, jadi cost tinggi," ujar Ketua Focus Group Usaha Mikro Kecil dan Menengah ISEI Pusat Ina Primiana, Jakarta, Kamis (28/1).
Akibatnya, lanjut Ina, investor asing enggan masuk ke Indonesia.
"Jadi perusahaan asing masuk lihat kita mahal."
Oleh karena itu, kata Ina, pemerintah harus menciptakan iklim usaha kondusif, baik di pusat maupun di daerah. Selain itu, saat ini masih banyak UMKM yang masih harus bergelut memecahkan masalah sumberdaya manusia, pasar, akses permodalan, inovasi, kualitas dan pertimbangan lainnya yang menjadi faktor penting guna masuk ke pasar luar.
"Itulah sebagian kecil pekerjaan rumah yang harus dibereskan untuk mendorong kemajuan UMKM," katanya.
"Di atas itu semua, stabilitas politik dan deregulasi penghambat UMKM diperlukan untuk memaksimalkan peluang yang dimiliki para wirausahawan. Kepercayaan diri wirausahawan akan semakin besar jika kedua hal ini terwujud."
Baca juga:
Kadin sesalkan untung produk Indonesia banyak 'dicuri' negara lain
Airnav kucurkan Rp 734 juta buat 17 UKM di Tangerang
Kisah Kusrin, dibui gara-gara tv hingga dipanggil Jokowi
Masyarakat Eropa lirik produk limbah kayu Indonesia
Genjot kreativitas UKM, pemerintah gelar pameran saban bulan
Kementerian LHK: Nilai ekonomi produksi jamu capai Rp 6 M
Langkah Telkomsel kembangkan bisnis UKM