Iran sebut nilai pembelian 80 pesawat Boeing hanya USD 8 miliar
Iran Air akan membeli 50 unit Boeing 737 dan 30 unit Boeing 777. Nilai pembelian 80 pesawat ini awalnya diklaim mencapai USD 16,6 miliar.
Boeing telah menandatangani kesepakatan dengan maskapai penerbangan Iran Air terkait pembelian 80 unit pesawat penumpang. Iran Air akan membeli 50 unit Boeing 737 dan 30 unit Boeing 777. Nilai pembelian 80 pesawat ini awalnya diklaim mencapai USD 16,6 miliar.
Namun, Wakil Menteri Transportasi Iran, Asghar Fakhreeyeh Kashan baru-baru ini menyebut bahwa nilai transaksi pembelian pesawat hanya setengah dari kesepakatan awal yaitu USD 8 miliar.
"Nilai kesepakatan untuk membeli 80 pesawat dari Boeing hanya 50 persen dari nilai yang disebut di awal," kata Asghar seperti dikutip CNN dari kantor berita IRNA, Rabu (28/12).
Juru bicara Boeing, Doug Adler enggan mengomentari pernyataan pejabat Iran tersebut. Pihaknya tak mau mengomentari berbagai rincian perjanjian kepada setiap pelanggan.
Kesepakatan dengan Boeing merupakan salah satu upaya Iran untuk memodernisasi armada pesawat setelah dicabutnya sanksi barat terhadap Iran. Armada Iran merupakan salah satu tertua dan paling berbahaya di dunia.
Sanksi ekonomi Iran dicabut setelah mereka setuju mengurangi program nuklir sebagai bagian dari kesepakatan dengan global, termasuk AS.
Saingan Boeing, European aviation giant Airbus (EADSF) juga memiliki kesepakatan besar dengan Iran Air. Namun, nilai kontrak mereka lebih rendah dibanding Boeing karena Iran tidak memesan pesawat raksasa A380.
Baca juga:
Menhub: Maskapai jangan kebangetan naikin harga tiket di libur Natal
Kemenhub beri izin 177 penerbangan tambahan sambut libur akhir tahun
Bintang Youtube diusir dari pesawat karena bicara bahasa Arab
Sambut Natal dan Tahun Baru, Kemenhub perketat pengawasan maskapai
Intip kesiapan AP II layani 1.496 penerbangan tambahan saat Natal