IPO Anak Usaha Ditunda, Saham Alibaba Langsung Turun 2 Persen
Juru Bicara Ant Group pun meminta maaf atas penangguhan IPO tersebut dan akan menangani masalah regulasi dengan Bursa Saham Hong Kong dan Shanghai.
Anak perusahaan Alibaba, Ant Group berencana melakukan penawaran umum saham perdana atau IPO (initial public offerring) di Shanghai China dan Hong Kong. Perusahaan menargetkan nilai penawaran yang terbesar di dunia yakni USD 37 miliar atau Rp528 triliun. Namun, upaya IPO yang akan menjadi rekor dunia tersebut ditangguhkan atau ditunda.
Dilansir dari CNN, saham Alibaba langsung turun 2 persen menanggapi kabar tersebut pada perdagangan semalam. Sebelumnya, bursa Shanghai dan Hong Kong mengumumkan pada Selasa lalu, bahwa pemegang saham mayoritas Ant, Alibaba yang terdaftar di Hong Kong mengalami penurunan saham hingga 7 persen. Saham Alibaba di Bursa Efek New York juga ditutup lebih rendah 8 persen.
Sementara itu, Jack Ma, Ketua Eksekutif Eric Jing dan CEO Simon Hu melakukan pertemuan. Menurut pernyataan Komisi Pengaturan Sekuritas China, pertemuan itu menjelaskan alasan menangguhkan IPO Ant yaitu bahwa ada masalah signifikan seperti perubahan lingkungan regulasi teknologi keuangan.
"Masalah ini dapat mengakibatkan perusahaan tidak memenuhi persyaratan untuk mencantumkan atau memenuhi persyaratan pengungkapan informasi," tulis pernyataan tersebut.
Dengan putusan tersebut, bursa pun memutuskan menangguhkan pencatatan perusahaan di Dewan Inovasi Sains dan Teknologi, yang juga dikenal sebagai Pasar STAR. Ant Group juga menangguhkan pencatatan saham di Hong Kong.
Juru Bicara Ant Group pun meminta maaf atas penangguhan IPO tersebut dan akan menangani masalah regulasi dengan Bursa Saham Hong Kong dan Shanghai.
CEO Alibaba, Daniel Zhang mengatakan bahwa hambatan yang menimpa Ant Group ini tak begitu memberikan dampak signifikan pada Alibaba. Perusahaan itu punya kesempatan besar untuk meraup untung yang lebih tinggi karena pemulihan ekonomi China dari dampak pandemi Covid-19 mulai terlihat. Selain itu, perusahaan akan selalu aktif mengevaluasi dampak IPO Ant Group dan perubahan regulasi fintech China yang telah diusulkan.
Reporter Magang : Brigitta Belia
Baca juga:
BMW Gandeng Alibaba Transformasi Digital Bisnis Otomotifnya di China
Ant Group Melantai di Bursa Saham, Kekayaan Jack Ma Melesat Rp 395,1 Triliun
Alibaba Group Siapkan Rp53 Triliun Kuasai Supermarket Terbesar China
Donald Trump Larang Perusahaan China di AS, Ini Reaksi Alibaba
Trump sebut Bakal Ada Perusahaan Asal Tiongkok Bernasib Sama Seperti TikTok
3 Budaya Rahasia Alibaba Kelola Keberlanjutan Megabisnis Bernilai Rp 10.268 Triliun