LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. UANG

Investor Rusia lirik pengolahan sampah jadi listrik di Samarinda

Investor Rusia berencana mendirikan pabrik pengolahan sampah, yang menghasilkan energi listrik di Samarinda, Kalimantan Timur. Listrik itu nantinya akan dijual ke PT PLN (Persero). Produksi sampah di Samarinda yang rata-rata mencapai 500 ton per hari, menjadi pertimbangan investasi Rusia.

2017-02-09 14:57:43
Investasi
Advertisement

Investor Rusia berencana mendirikan pabrik pengolahan sampah, yang menghasilkan energi listrik di Samarinda, Kalimantan Timur. Listrik itu nantinya akan dijual ke PT PLN (Persero). Produksi sampah di Samarinda yang rata-rata mencapai 500 ton per hari, menjadi pertimbangan investasi Rusia.

Pabrik tersebut akan didirikan di sekitar tempat pembuangan akhir sampah (TPA) di atas lahan 10 hektar. Energi listrik yang dihasilkan berkisar 5-7 Megawatt yang dijual ke PLN.

"Dengan pola power purchase agreement atau PPA dengan PLN. PLN juga sudah mendiskusikan, bahwa TPA Sambutan secara kelayakan, berada di bawah jarak 5 kilometer (Km) ke gardu induk PLN," ujar Wakil Wali Kota Samarinda Nusyirwan Ismail, Kamis (9/2).

Advertisement

"Kalau untuk TPA Bukit Pinang, ada diskusi lanjutan dengan PLN, tentang kelayakannya. Sebab, Bukit Pinang juga sangat dekat dengan jalur PLN," katanya.

Nusyirwan menegaskan, secara umum produksi sampah warga Samarinda di bagian barat ditempatkan di TPA Bukit Pinang dan Samarinda bagian timur, di TPA Sambutan. Selain itu, melihat pembagian volume kepadatan penduduk dan kepadatan rumah, 70 persen sampah di Samarinda ada di TPA Bukit Pinang.

"Tapi untuk TPA Sambutan ini, adalah masa depan Samarinda. Sisi lain, kelayakan produksi sampah untuk hasilkan listrik, 300 ton per hari ada di TPA Pinang. Dan itu disetujui investor di Bukit Pinang, sampai ada perjanjian teknis dengan Pemkot," ungkapnya.

Advertisement

"Mereka (investor) bertanya apakah Pemkot menjual sampah, kami pastikan kami tidak menjual sampah kepada investor. Karena investor sudah membantu mengurangi volume sampah, perpanjang masa guna TPA pinang, dan penerapan teknologi yang akrab dengan lingkungan," pungkasnya.

Baca juga:
Isu SARA selama Pilkada buat investor asing takut ke Indonesia
DNI dicabut, 500 layar film akan dibangun setiap tahun
Polda Metro buru pemilik Koperasi Pandawa Group
Menko Darmin: Pertumbuhan 6 persen di 2018 itu masuk akal
Bos BKPM akui 1,5 tahun lalu menteri Jokowi sempat saling serang
Sri Mulyani sebut angka inflasi pengaruhi investasi dalam negeri
Genjot pertumbuhan, menkeu janji tingkatkan kemudahan berusaha di RI

(mdk/sau)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.