Investor Hong Kong kepincut tanam modal di Pekalongan
"Adapun investor asing yang telah menyatakan minatnya berinvestasi itu adalah perusahaan dari Hong Kong Bali Hidro System Company Limited. Perusahaan ini salah satu bidangnya adalah tentang pengelolaan air bersih, pengelolaan limbah, bidang kesehatan, lingkungan hidup, dan kelistrikan."
Investor asing Hong Kong Bali Hidro System Company Limited menyatakan berminat untuk menanamkan modalnya di Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah.
Bupati Pekalongan, Asip Kholbihi mengatakan, wilayah Kabupaten Pekalongan memiliki potensi ekonomi dan kekayaan alam berlimpah menjadi daya tarik investor untuk menanamkan modalnya di daerah itu.
"Adapun investor asing yang telah menyatakan minatnya berinvestasi itu adalah perusahaan dari Hong Kong Bali Hidro System Company Limited. Perusahaan ini salah satu bidangnya adalah tentang pengelolaan air bersih, pengelolaan limbah, bidang kesehatan, lingkungan hidup, dan kelistrikan," katanya seperti dikutip Antara, Rabu (9/8).
Kekayaan alam melimpah yang dimiliki Kabupaten Pekalongan, kata dia, antara lain sumber daya air bersih yang mampu menyuplai kebutuhan masyarakat di wilayah Kota Pekalongan dan Kabupaten Batang.
"Kendati demikian pemanfaatan sumber air yang kita lakukan belum maksimal. Oleh karena itu perlu dilakukan terobosan besar agar kita dapat memanfaatkan kekayaan alam tersebut agar merata dinikmati masyarakat secara luas," katanya.
Kepala Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kabupaten Pekalongan, Imam Sulistyo menjelaskan, sumber daya air yang dimiliki wilayah itu cukup luar biasa besar tetapi pengelolaannya belum maksimal karena harus membutuhkan dukungan anggaran yang relatif besar.
"Saat ini dibutuhkan anggaran hingga Rp 250 miliar untuk mengembang PDAM dengan perangkat yang ideal dan cakupan yang luas. Oleh karena dengan berminatnya perusahaan Hong Kong Bali Hidro System Company Limited akan membantu pengelolaan air bersih di daerah itu," katanya.
Dia mengatakan, alokasi dana Rp 250 miliar itu untuk membangun sarana dan prasarana, serta jaringan air sepanjang 50 kilometer menuju titik pemasangan pada rumah tangga dengan estimasi 60 ribu pelanggan.
"Oleh karena kami merasa bangga apabila ada investor yang berminat untuk pengembangan PDAM. Tentunya dengan kesepakatan yang saling menguntungkan baik untuk perusahaan daerah, investor, dan masyarakat," katanya.
Baca juga:
Bos Bappenas incar investasi asing sektor pariwisata & infrastruktur
WNA yang berinvestasi bakal dipermudah urus visa dan izin tinggal
PayTren mendapat sertifikat syariah dari MUI
MUI beri sertifikat syariah pada aplikasi pembayaran digital PayTren
Wiranto: Banyak investor mau menanamkan modal susahnya minta ampun