Investasi Rp1,1 Triliun Ultrajaya Perkuat Pasokan Susu untuk Program MBG
Kementerian Perindustrian menyambut baik investasi Rp1,14 triliun PT Ultrajaya Milk Industry & Trading Company Tbk untuk mendukung pasokan susu UHT dalam Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Simak detail kesiapan Ultrajaya!
PT Ultrajaya Milk Industry & Trading Company Tbk telah mengumumkan investasi baru senilai Rp1,14 triliun. Investasi signifikan ini bertujuan untuk memenuhi kebutuhan pasokan susu UHT. Susu ini secara khusus akan dialokasikan untuk mendukung Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dicanangkan pemerintah.
Kementerian Perindustrian (Kemenperin) menyampaikan informasi penting ini kepada publik. Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menegaskan bahwa industri pengolahan susu memiliki peran strategis. Peran ini sangat penting dalam menjamin ketersediaan pangan bergizi bagi masyarakat luas.
Sebagai bentuk kesiapan, PT Ultrajaya telah mengoperasikan pabrik baru di Kawasan Industri MM 2100, Cibitung, Kabupaten Bekasi, sejak 8 Desember 2025. Fasilitas modern ini dirancang untuk mendukung implementasi MBG secara berkelanjutan, baik dari sisi kapasitas produksi maupun kualitas produk.
Peran Strategis Industri Susu dan Dukungan Kemenperin
Industri pengolahan susu nasional memiliki peran krusial dalam menjamin ketersediaan pangan bergizi bagi masyarakat. Hal ini ditekankan oleh Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita. Industri ini diharapkan mampu menjawab kebutuhan Program MBG secara komprehensif, baik dari kapasitas produksi, kualitas produk, maupun keberlanjutan pasokan bahan baku.
Pemerintah terus memacu industri untuk berinvestasi dan menjalin kemitraan dengan peternak dalam negeri. Tujuannya adalah untuk memastikan keberlanjutan pasokan bahan baku susu segar. Kemenperin optimistis bahwa industri pengolahan susu nasional mampu mendukung ketahanan pangan.
Penguatan investasi dan sinergi dengan peternak akan meningkatkan nilai tambah dalam negeri secara signifikan. Langkah ini juga diharapkan dapat menyukseskan Program Makan Bergizi Gratis secara berkelanjutan. Kemenperin berkomitmen untuk menciptakan ekosistem industri susu yang kuat dan berdaya saing.
Detail Investasi dan Teknologi Pabrik Ultrajaya
PT Ultrajaya telah menunjukkan kesiapannya dengan mengoperasikan pabrik baru di Kawasan Industri MM 2100, Cibitung, Kabupaten Bekasi. Pabrik ini beroperasi sejak 8 Desember 2025 dengan total investasi mencapai Rp1,14 triliun. Fasilitas ini dirancang khusus untuk mendukung pemenuhan kebutuhan Program MBG dengan kapasitas produksi yang memadai.
Pabrik tersebut memiliki tiga lini produksi susu UHT dengan kemasan 125 ml dan 200 ml. Kemasan ini dirancang khusus untuk program tersebut. Penambahan lini produksi lanjutan direncanakan akan dimulai pada Maret 2026. Ini menunjukkan komitmen Ultrajaya dalam memenuhi kebutuhan pasar yang terus meningkat.
Dari sisi teknologi, pabrik Ultrajaya telah mengadopsi sistem industri 4.0 guna meningkatkan efisiensi dan menjaga kualitas produk secara optimal. Penerapan teknologi ini berdampak langsung pada daya saing industri, seperti disampaikan oleh Pelaksana Tugas Direktur Jenderal Industri Agro Putu Juli Ardika. Teknologi yang digunakan meliputi Automated Guided Vehicle (AGV) dan autopilot forklift.
Selain itu, Manufacturing Execution System (MES) dan sistem manajemen gudang berbasis Automated Storage and Retrieval System (ASRS) juga diterapkan. Fasilitas ini juga dilengkapi Waste Water Treatment Plant (WWTP) dengan sistem ultrafiltration. Sistem ini memungkinkan daur ulang sebagian besar limbah cair untuk digunakan kembali dalam proses produksi, menunjukkan komitmen terhadap keberlanjutan lingkungan.
Penguatan Pasokan Bahan Baku dan Digitalisasi Hulu
Untuk menjamin ketersediaan bahan baku dari sisi hulu, PT Ultrajaya saat ini mengelola dua peternakan sapi perah. Peternakan ini berlokasi di Bandung dan Sumatera Utara dengan total populasi sekitar 7.000 ekor sapi. Ini merupakan langkah strategis untuk mengamankan pasokan susu segar yang berkualitas.
Ke depan, perusahaan berencana menambah investasi untuk 4.000 ekor sapi perah guna memperkuat pasokan susu segar dalam negeri. Penambahan populasi sapi ini akan semakin mendukung kapasitas produksi Ultrajaya. Kemenperin juga akan terus mendorong peningkatan pemanfaatan susu segar domestik dalam rangka memenuhi target Program MBG.
Kemenperin mengajak PT Ultrajaya mengikuti seleksi National Lighthouse Industry 4.0 sebagai percontohan industri pengolahan susu berbasis teknologi dan otomasi. Sebelumnya, Kemenperin telah menjalankan program digitalisasi di Tempat Penampungan Susu (TPS). Program ini bertujuan untuk menjaga kualitas, kandungan protein, dan kesegaran susu segar yang dihasilkan.
Sumber: AntaraNews