LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. UANG

Ini tantangan perekonomian Indonesia di tengah ketidakpastian kondisi dunia

Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI), Erwin Rijanto, mengatakan saat ini Indonesia harus mewaspadai banyaknya tantangan kondisi eksternal agar tidak mengganggu perekonomian domestik. Tantangan eksternal pertama yang perlu dicermati adalah mengenai perkembangan perekonomian dan sistem keuangan global yang kompleks.

2018-05-18 15:26:07
Bank Indonesia
Advertisement

Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI), Erwin Rijanto, mengatakan saat ini Indonesia harus mewaspadai banyaknya tantangan kondisi eksternal agar tidak mengganggu perekonomian domestik. Tantangan eksternal pertama yang perlu dicermati adalah mengenai perkembangan perekonomian dan sistem keuangan global yang kompleks dan dinamis.

"Kita tidak pernah perkirakan sebelumnya, kita yang dulu begitu menguasai perdagangan internasional mengalami defisit transaksi berjalan, kita juga tidak pernah menduga untuk pertama kali dalam 60 tahun koalisi barisan nasional dapat kalah dalam pemilu di Malaysia. Kita juga kaget untuk pertama kali sejak tahun 1953, Korea Utara memasuki Korea Selatan. Isu global yang dinamis tersebut menyebabkan risk on dan risk off di pasar keuangan," kata Erwin, di Gedung BI, Jakarta, Jumat (18/5).

Selanjutnya, Erwin mengungkapkan tantangan kedua dari eksternal yang perlu dicermati adalah pemulihan ekonomi negara maju yang lebih cepat dari perkiraan semula sehingga mengakibatkan normalisasi kebijakan moneter global yang lebih kuat.

Advertisement

"Analis terkemuka, JP Morgan bahkan memperkirakan bahwa US Treasury untuk 10 tahun itu bisa mencapai 4 persen. Bahkan salah satu diantaranya yang perlu kita lihat juga adalah bahwa bank sentral Argentina bahkan perlu meningkatkan atau menyesuaikan policy rate sampai dengan 40 persen untuk menyikapi dinamika pada saat ini," ujarnya.

Selain itu, tantangan ketiga yang perlu disikapi dengan bijak adalah dampak normalisasi kebijakan moneter global adalah adanya global likuiditas rebalancing yang bersifat permanen yang antara lain terindikasi dari pengetatan likuiditas global dan berdampak pada Pelemahan mata uang dunia.

"Global likuditi rebalancing yang bersifat permanen tersebut juga disebabkan oleh perubahan pola penempatan modal di negara berkembang pasca masuknya Tiongkok dalam indeks banchmark seperti Morgan Stanley composite index atau MRSI."

Advertisement

Selanjutnya, tantangan keempat adalah mengenai masih tingginya ketergantungan perekonomian domestik terhadap pembiayaan eksternal. "Kondisi tersebut terindikasi dari meningkatnya defisit neraca perdagangan, tingginya kepemilikan non-resident di SDN dan level DSR yang tinggi. Hal ini terutama disebabkan belum optimalnya pembiayaan domestik yang menyebabkan ketergantungan terhadap luar negeri di dalam pembiayaan pembangunan."

Tidak hanya itu, Erwin mengatakan bahwa perang dagang juga harus dicermati dengan baik. "Harus eskalasi terkait tradewar yang jika terus berlanjut ini akan menyebabkan kontraksi dalam pertumbuhan ekonomi global sekitar 0,3 persen. Dalam perkembangan terjadi di pedagang tentunya kita berharap suasana ini dapat segera kondusif dan turut mendukung momentum pertumbuhan ekonomi di Tanah Air."

Baca juga:
Pengamat: Kenaikan suku bunga BI bikin pertumbuhan ekonomi menurun
Rupiah belum berhenti melemah, ini janji Menteri Sri Mulyani
Bank Indonesia diprediksi akan naikkan lagi suku bunga acuan, ini pemicunya
Harga minyak mentah RI ditargetkan capai USD 70 per barel di 2019
Bank Indonesia minta masyarakat ikut andil jaga inflasi Ramadan dengan cara ini
Pengamat nilai kenaikan suku bunga tak buat Rupiah langsung menguat
Tax ratio 2019 ditargetkan capai 11,9 persen, ini strateginya

(mdk/bim)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.