Ini tantangan pengusaha kembangkan bisnis di tengah era digital
Ketua Dewan Audit Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Ahmad Hidayat mengungkapkan, ada beberapa tantangan yang harus dihadapi industri sektor keuangan di era transformasi digital, dalam penerapan praktik tata kelola perusahaan yang baik (Good Corporte Governance/GCG).
Ketua Dewan Audit Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Ahmad Hidayat mengungkapkan, ada beberapa tantangan yang harus dihadapi industri sektor keuangan di era transformasi digital, dalam penerapan praktik tata kelola perusahaan yang baik (Good Corporte Governance/GCG).
Ahmad mengatakan, dalam implementasi GCG di sektor jasa keuangan, pertama harus membutuhkan kepemimpinan yang tidak hanya kuat dan berintegritas, namun juga tangkas (agile) dan adaptif terhadap inovasi disruptif (disruptive innovation).
"Pemimpin yang harus berubah dengan cepat, proaktif, jika ingin tetap berada sebagai the head of the market," kata Ahmad saat ditemui di Jakarta, Selasa (31/7).
Dia menambahkan, di dalam satu organisasi perlu membangun generasi baru pemimpin yang digital-ready leaders dengan tetap menerapkan GCG. Lebih dari itu, pemimpin organisasi juga harus mampu membentuk kultur agar seluruh karyawan bergerak bersama beradaptasi dalam revolusi industri 4.0.
Ahmad mengatakan, di era revolusi industri 4.0 juga tak lepas dari IT governance, sebab teknologi informasi menjadi tulang punggungnya. "Kami perlu menekankan hal ini karena dimungkinkan ada perusahaan yang kurang memberikan perhatian serius pada sisi teknologi informasi," imbuhnya.
Saat ini, teknologi bukan sebagai sebuah prioritas lagi, namun menjadi kebutuhan dalam menjaga kelangsungan bisnis yang tidak lagi bisa ditawar. Di mana pemimpin organisasi membutuhkan mentalitas perbaikan terus-menerus serta responsif terhadap lingkungan yang dinamis.
"Strategi teknologi informasi harus sejalan dengan strategi bisnis organisasi. IT Governance mengawal prinsip GCG yang penerapannya disesuaikan dengan kebutuhan spesifik organisasi," kata Ahmad.
Di sisi lain, yang perlu diperhatikan adalah melihat kembali Proses dan mekanisme pengambilan keputusan sudah beradaptasi dengan perubahan proses bisnis dan model bisnis yang terus berubah. Kemudian, perhatian selanjutnya dari sisi asuransi, baik yang dilakukan oleh audit innternal maupun OJK.
Menurut Ahmad, cara pandang dan pendekatan audit yang dilakukan memerlukan adaptasi terhadap dinamika yang ada. Hal ini akan berdampak tidak hanya pada jenis dan model audit yang dilaksanakan, namun juga membutuhkan skills dan metodologi tersendiri.
"Pemikiran kritis, komunikasi, kolaborask, persuasi, etika profesional, dan memahami audit adalah skills utama audit di era transformasi digital yang seharusnya dimiliki oleh para penyedia asurans," tandasnya.
Baca juga:
Kini warga binaan bisa bertransaksi jual beli secara digital
Pemerintah gandeng pengusaha entaskan kemiskinan lewat FBI4SDGs
Ini strategi Go-Jek ekspansi bisnis ke 4 negara
Di pertemuan G20, Sri Mulyani bahas perdagangan dunia hingga pajak ekonomi digital
Ketika diplomasi digital jadi tools lindungi WNI di luar negeri