Ini Syarat Agar Indonesia Tak Lagi Impor Garam
Direktur Operasi PT Garam (Persero), Hartono menyebut bahwa Indonesia membutuhkan tambahan lahan untuk sentra produksi garam sekitar 10.000 hingga 15.000 hektare. Lahan ini dibutuhkan untuk mencapai swasembada garam dan tak perlu lagi melakukan impor.
Direktur Operasi PT Garam (Persero), Hartono menyebut bahwa Indonesia membutuhkan tambahan lahan untuk sentra produksi garam sekitar 10.000 hingga 15.000 hektare. Lahan ini dibutuhkan untuk mencapai swasembada garam dan tak perlu lagi melakukan impor.
Saat ini, luas lahan yang memproduksi garam nasional, baik garam konsumsi maupun garam industri baru sebesar 30.000 hektar. Dengan demikian, total produksi garam per tahun sebesar 3 juta ton
"Padahal kebutuhan sekitar 4,4 juta ton. Jadi masih kurang 1,4 juta ton plus buffer tadi dirumuskan kurang lebih 2,2 juta ke depannya," kata dia, saat ditemui, di Kemenko Maritim, Jakarta, Selasa (4/12).
"(4,4 juta ton) rata-rata kebutuhan garam konsumsi dan garam industri per tahun. (Kebutuhan) garam konsumsi tumbuh ikut kenaikan jumlah penduduk sekitar 10 persen per tahun, garam industri sekitar 5 sampai 7 persen per tahun," lanjut dia.
Karena itu, dia memandang bahwa penambahan lahan produksi garam memang perlu dilakukan untuk memenuhi kebutuhan garam dalam negeri.
"Makanya untuk menambah itu ditargetkan tambahan lahan 10-15 ribu ha lagi. Kalau itu bisa berarti kan ada tambahan maksimal 1,5 juta ton. Dengan demikian total 4,5 juta ton berarti kita sudah bisa swasembada garam," tandas Hartono.
Baca juga:
Bos BPN Akui Sengketa Lahan Masih Jadi Kendala Kembangkan Sentra Garam di NTT
Sambangi pabrik garam di Bipolo, Menteri Rini ingin Indonesia swasembada
Pembebasan lahan tambak garam di NTT masih tunggu izin pemda
Menko Luhut ungkap rahasia proyek LRT bisa berhemat Rp 300 miliar
Kurangi impor, PT Garam jajaki kerja sama dengan China
Bupati setuju, PT Garam dan BPPT gunakan 225 ha lahan di Kupang untuk produksi garam