Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Kurangi impor, PT Garam jajaki kerja sama dengan China

Kurangi impor, PT Garam jajaki kerja sama dengan China garam. Ilustrasi shutterstock.com

Merdeka.com - Duta Besar Indonesia untuk China Djauhari Oratmangun bersama PT Garam (Persero) melakukan penjajakan kerja sama dengan China Salt Industry Coorporation, perusahaan garam terbesar di China. Ini sebagai upaya memenuhi kebutuhan garam dalam negeri yang masih bergantung pada impor.

PT Garam merupakan satu-satunya perusahaan yang memproduksi garam di Indonesia, dengan kapasitas produksi 350 ribu ton/tahun. Usaha dan produksi garam tidak terlalu besar karena bergantung iklim dan dihasilkan secara on-farm. Kualitas dan kuantitasnya pun belum terlalu banyak.

Sementara itu kebutuhan garam di Indonesia 4.5 juta ton/tahun. Selain PT Garam, penghasil garam adalah petani garam dengan total lahan 25 ribu hektar (5.000 hektar milik PT Garam).

"Untuk mencukupi kebutuhan dalam negeri yang ada hanya 2,3 juta ton/tahun, sisanya masih impor. Target PT Garam tahun 2021 adalah memenuhi 50 persen permintaan dalam negeri," kata Djauhari dikutip Antara, Rabu (8/8).

Menurutnya, kunjungan tersebut untuk mengetahui cara memproduksi garam dalam jumlah yang banyak dan kualitas yang baik, di mana CNSIC memproduksi 18 juta ton/tahun dan sebagian besar merupakan garam sumur (tambang garam), sehingga produksinya tidak bergantung pada musim.

"Kami akan ikut mendorong kerja sama PT GARAM dengan CNSIC, termasuk kemungkinan berinvestasi dan berproduksi agar Indonesia mengurangi impor, malah mungkin ekspor," imbuhnya.

Dalam pertemuan di KBRI Beijing Selasa (7/8) untuk penjajakan kerja sama bisnis tersebut, hadir Komisaris PT Garam Eniya Listiani Dewi, didampingi Direktur Farmasi dan Medika, BPPT, Imam Paryanto.

(mdk/azz)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP