LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. UANG

Ini strategi DKI Jakarta tekan inflasi tinggi

Sekretaris Daerah (Sekda) DKI Jakarta, Saefullah mengungkapkan angka inflasi Jakarta di awal tahun 2017 sangat memprihatinkan. Padahal, di tahun-tahun sebelumnya, angka inflasi Jakarta selalu lebih baik dari angka nasional. Kenaikan harga BBM dan STNK menjadi salah satu penyebab inflasi tinggi.

2017-03-21 15:23:58
Inflasi
Advertisement

Sekretaris Daerah (Sekda) DKI Jakarta, Saefullah mengungkapkan angka inflasi Jakarta di awal tahun 2017 sangat memprihatinkan. Padahal, di tahun-tahun sebelumnya, angka inflasi Jakarta selalu lebih baik dari angka nasional.

"Inflasi Jakarta tahun 2016 dan 2015 itu selalu angkanya lebih baik dari angka nasional, tapi 2017 ini inflasi kita Januari itu 0,88 dan Februari 0,6 saya lupa, jadi inflasi dua bulan kita sudah 1,30 persen. Ini tinggi, setahun kita biasanya di bawah 5, ini baru dua bulan sudah 1,30 persen," kata Saefullah, di Kantor Walikota Jakarta Timur, Selasa (21/3).

Usut punya usut ternyata tingginya angka inflasi tersebut diakibatkan oleh kenaikan harga beberapa sektor di awal tahun. Salah satunya, kenaikan harga BBM dan STNK yang diberlakukan di awal tahun.

Advertisement

"Ini pemicunya adalah kenaikan STNK dan BBM," katanya.

Selain itu, melambungnya harga beberapa bahan pangan seperti cabe dan bawang juga menyebabkan inflasi yang tinggi. Saefullah menegaskan salah satu cara menekan inflasi tersebut adalah dengan cara meningkatkan kinerja Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) melalui food station.

"Gimana harga beras dan kebutuhan pokok lain gula, cabe, bawang dan seterusnya ditekan ini bisa menekan inflasi di DKI," jelasnya.

Advertisement

Bahkan, kini PD Pasar Jaya telah membeli dua mesin khusus yang berfungsi untuk menimbun persediaan cabe dan bawang. Hal ini dilakukan untuk mengantisipasi melonjaknya harga cabe dan bawang karena stok yang langka di pasaran.

Nantinya, Pasar Jaya akan langsung merangkul para petani cabe dan bawang kemudian menyimpan stoknya. Saat harga mulai menunjukkan tanda merangkak naik, stok tersebut langsung disebar ke pasaran.

"Jadi nanti mesin-mesin ini semuanya akan ditaruh di Pasar Induk Kramat Jati, pasti cabe enggak naik," pungkasnya.

Baca juga:
Tarif GrabCar Cs naik 1 April, BPS sebut tak pengaruhi inflasi
BI waspadai lonjakan inflasi akibat pencabutan subsidi listrik
Banjir tak pengaruhi harga pangan dan inflasi Februari 2017
BPS catat inflasi Februari 2017 capai 0,23 persen
Menkeu janjikan anggaran Kemendag naik jika inflasi turun
Bos BI sebut banjir bakal berpengaruh terhadap inflasi
BI: Harga cabai & kenaikan tarif listrik sumbang inflasi Februari

(mdk/sau)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.