Ini strategi bos pajak anyar hapus potensi korupsi di DJP
Direktur Jenderal (Dirjen) Pajak Robert Pakpahan mengakui, bertugas mengumpulkan pajak, DJP menjadi institusi rawan praktik korupsi. Robert mengatakan DJP berkomitmen untuk memerangi korupsi dengan cara membangun sistem yang handal. Bersih dari praktik korupsi akan otomatis meningkatkan kinerja DJP.
Direktorat Jenderal Pajak (DJP) menggelar peringatan Hari Anti Korupsi Internasional (HAKI) yang jatuh pada 9 Desember. Peringatan tahun ini mengusung tema "Cegah Korupsi, Mulai Dari Diri Sendiri".
Direktur Jenderal (Dirjen) Pajak Robert Pakpahan mengakui, bertugas mengumpulkan pajak, DJP menjadi institusi rawan praktik korupsi. "DJP adalah institusi yang paling sensitif, tinggi godaaan terhadap korupsi apabila sistem yang ada belum cukup andal mendeteksi korupsi yang dilakukan oleh pegawai," kata Robert, di Kantornya, Jakarta, Rabu (6/12).
Robert mengatakan DJP berkomitmen untuk memerangi korupsi dengan cara membangun sistem yang handal. "Kami akan membuat sistem lebih handal lagi untuk mencegah korupsi. Kami yakin mayoritas insan DJP sangat mendukung anti korupsi bekerja apa adanya, bekerja tanpa melakukan korupsi," ujarnya.
Robert menegaskan, bersih dari praktik korupsi akan otomatis meningkatkan kinerja DJP dalam menjalankan tugasnya untuk mengumpulkan pajak. "Apabila sistem yang kami bangun cukup handal, sedianya akan bisa mengurangi kesempatan korupsi di DJP."
Baca juga:
Di Hari Anti Korupsi, Menteri Sri Mulyani minta institusi pajak hapus citra koruptif
Mereka yang membuat Sri Mulyani marah
Penerapan prosedur PAS-Final butuh kepastian hukum
Surat cinta Sri Mulyani untuk Dirjen Pajak baru
Layani transaksi PNBP terbanyak, BNI diganjar penghargaan dari Kemenkeu
Sri Mulyani apresiasi DJP sukses tagih pajak Google, minta kejar perusahaan sejenis
Ini daftar rencana kerja Robert Pakpahan untuk institusi pajak