Ini Saran BPKP Agar Program Pemerintah Bisa Berjalan Efektif
Kepala Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Muhammad Yusuf Ateh mengaku, telah memetik banyak pelajaran selama satu tahun menangani pandemi Covid-19. Bahkan dirinya menemukan empat hal agar program pemerintah bisa berjalan lebih efektif.
Kepala Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Muhammad Yusuf Ateh mengaku, telah memetik banyak pelajaran selama satu tahun menangani pandemi Covid-19. Bahkan dirinya menemukan empat hal agar program pemerintah bisa berjalan lebih efektif.
Pertama dia melihat, efektivitas program pemerintah sangat bergantung kepada tahap perencanaan dan penganggaran. Oleh karenanya dia ingin program kegiatan belanja dan pemerintah harus dirancang dengan baik, sehingga jelas hasil atau dampaknya dan jelas ukuran keberhasilannya.
Kedua kebijakan program pemerintah harus di orkestrasi menjadi harmoni, baik instansi pemerintah pusat maupun dengan pemerintah daerah. Ketiga, yakni terkait dengan data. Menurutnya data merupakan faktor kunci, sebab data yang akurat valid dan dikelola dengan baik akan mempermudah penyusunan kebijakan pelaksanaan monitoring dan evaluasi hingga pelaporan.
Terakhir kesuksesan program pemerintah juga tidak lepas dari kesigapan untuk mengidentifikasi permasalahan dan merumuskan solusinya segera mungkin.
"Dalam hal inilah BPKP hadir berperan aktif untuk mengawali implementasi program-program pemerintah," ujarnya dalam Persmian Rapat Koordinasi Nasional Pengawasan Intern Pemerintah Tahun 2021, di Istana Negara, Kamis (27/5).
Untuk mendukung hal tersebut, pihaknya bahkan telah merancang agenda prioitas pengawasan. Ini merupakan upaya BPKP untuk fokus mengawasi sektor krusial mendorong pemulihan ekonomi dan kesuksesan pembangunan baik di tingkat pusat maupun daerah.
Di samping itu, BPKP juga telah merancang dan sedang melaksanakan evaluasi perencanaan dan penganggaran pada pemerintah pusat dan daerah dengan tujuan memperbaiki prioritas belanja agar fokus pada kegiatan yang betul-betul memiliki dampak bagi masyarakat.
"Selain itu kami juga siap mengawal peningkatan kualitas dan integrasi basis data guna mendorong ketepatan kecepatan delivery program pemerintah melalui optimalisasi laboratorium data forensik yang telah kami kembangkan," ujarnya.
Dia pun berharap melalui rakornas kali ini, bisa dijadikan komitmen bersama dalam menyelaraskan strategi untuk meningkatkan kualitas dan efektivitas pengawasan intern dengan pengawasan yang lebih baik. "Kami harapkan belanja lebih efektif dan percepatan pemulihan ekonomi dapat tercapai," pungkasnya.
Baca juga:
Airlangga Sebut Pertanian Kontributor Utama dalam Pemulihan Ekonomi
Puan Maharani Tekankan Semangat Gotong Royong Pulihkan Ekonomi dalam APBN 2022
Saran untuk Pemerintah Hadapi Ketidakpastian Ekonomi di 2022
Menteri Sri Mulyani: Program PEN Selamatkan 5 Juta Orang dari Kemiskinan
Jaga Momentum Pemulihan Ekonomi, Menteri Sri Mulyani Waspadai Sejumlah Risiko ini
Per 21 Mei, Realisasi PEN Sudah Capai Rp183 Triliun