Ini rincian realisasi APBN di semester I-2018
Badan Anggaran (Banggar) DPR RI menggelar Rapat dengan pemerintah mengenai kesimpulan laporan semester I-2018 realisasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2018 dan prognosis semester II-2018 APBN 2018.
Badan Anggaran (Banggar) DPR RI menggelar Rapat dengan pemerintah mengenai kesimpulan laporan semester I-2018 realisasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2018 dan prognosis semester II-2018 APBN 2018.
Dalam rapat kali ini, pemerintah diwakili oleh Dirjen Anggaran Kementerian Keuangan Askolani dan Dirjen Bea Cukai Kementerian Keuangan Heru Pambudi.
Pimpinan rapat Banggar, Azis Syamsudin menyebutkan bahwa rapat tersebut dihadiri oleh 15 anggota dari 52 sehingga rapat bisa dilakukan.
"Rapat dinyatakan dibuka pukul 13:13 WIB," kata Aziz di ruang rapat Banggar DPR RI, Senin (23/7).
Rapat ditargetkan berlangsung selama kurang lebih 3 jam. "Mudah-mudahan rapat bisa diselesaikan maksimal pukul 16:00 WIB," ujarnya.
Berikut ini adalah realisasi APBN semester I-2018:
- Pertumbuhan Ekonomi APBN 5,4 persen, realisasi semester I-2018 5,1 persen.
- (perkiraan)Inflasi APBN 3,5 persen, realisasi semester I-2018 3,1 persen.
- Nilai Tukar Rupiab APBN, Rp 13.400, realisasi semester I-2018 rata-rata Rp 13.746 per USD.
-SPN 3 bulan APBN 5,2 persen, realisasi semester I-2018 4,3 persen.
-Harga minyak dunia APBN USD 48 per barel, realisasi semester I-2018 rata-rata USD 67 per barel.
-Lifting minyak APBN 800 ribu barel per hari (bph), realisasi semester I-2018 758 ribu bph.
-Lifting gas APBN 1,20 juta barel setara minyak, realisasi semester I-2018 1,14 juta barel setara minyak.
Baca juga:
Kemenkeu: Ini pertama kali sejak era reformasi APBN tidak diubah
Sri Mulyani: Pertama kalinya, pendapatan negara bakal tembus Rp 2.000 triliun di 2019
2019, pemerintah usulkan subsidi solar hingga Rp 2.000 per liter
Ini pesan penting Jokowi dalam penyusunan APBN 2019
Menhub Budi: Serapan anggaran kita rendah karena butuh proses dan tender
Sri Mulyani prediksi defisit anggaran 2,12 persen, lebih rendah dibanding target APBN