Ini respons bos BEI soal rencana pengetatan MTN dan penundaan RUPS
PT Bursa Efek Indonesia (BEI) mendukung rencana Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memperketat skema penerbitan Medium Term Notes (MTN). Perseroan menilai, kebijakan itu mempermudah mekanisme pengawasan kedua belah pihak. Direktur Utama Bursa Efek Indonesia Tito Sulistio mendukung peluncuran MTN.
PT Bursa Efek Indonesia (BEI) mendukung rencana Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memperketat skema penerbitan Medium Term Notes (MTN). Perseroan menilai, kebijakan itu mempermudah mekanisme pengawasan kedua belah pihak.
"Prinsip ya, satu. Jika penawaran publik, maka itu sebenarnya sangat bagus dilakukan melalui otoritas," ujar Direktur Utama Bursa Efek Indonesia Tito Sulistio di Gedung BEI, Jakarta, Jumat (8/6).
Meski begitu, dia menambahkan, hal tersebut harus dikaji terlebih dulu bilamana MTN hanya dikeluarkan untuk satu-dua pihak, bukan publik.
Dia kembali menekankan akan mendukung peluncuran MTN, lantaran dengan adanya kebijakan tersebut OJK dan BEI bisa ikut bantu mengawasi penggunaan dananya. "Tapi prinsipnya, jika itu penawaran publik memang sangat bagus sekali kalau melalui otoritas (seperti OJK)," ungkapnya.
Selain itu, Tito juga turut berbicara seputar keputusan OJK yang meminta Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) BEI ditunda lantaran calon direksi bursa belum ditentukan. Menurutnya, perseroan akan mengikuti terhadap keputusan OJK.
"Saya prajurit. Kalau dapat perintah tunda ya kita tunda. Itu kan hak dan authority-nya ada di OJK," sebut dia.
Saat ditanya update terkini soal pemilihan calon direksi BEI, dia belum bisa menjawab lebih lanjut. "Belum tahu, nanyanya ke pak OJK (Wimboh Santoso). Itu bukan wewenang saya," tandasnya.
Reporter: Maulandy Rizky Bayu Kencana
Sumber: Liputan6.com
Baca juga:
OJK uji kelayakan 4 paket calon direksi baru Bursa Efek Indonesia
Ini pesan bos BEI pada Bank Indonesia terkait pelemahan nilai tukar Rupiah
BEI keluarkan tiga indeks baru
Bos BEI sebut lokasi kerja dengan tingkat stress tinggi rawan pemakaian narkoba
Sambangi Bursa Efek Indonesia, Kepala BNN buka perdagangan ke-96 di 2018
Terjebak di zona merah, IHSG ditutup naik 3,34 poin
3 Perusahaan menunda melantai di bursa saham, ini alasannya