Ini rahasia pemerintah percepat pembebasan lahan
Pemerintah akan menghapuskan penyusutan (depresiasi) bangunan dan lahan.
Pemerintah tengah mendorong percepatan pembangunan infrastruktur demi menunjang pertumbuhan ekonomi Indonesia. Maka dari itu, pemerintah harus memerhatikan segala aspek termasuk mengenai pembebasan lahan.
Menteri Agraria dan Tata Ruang, Ferry Mursyidan Baldan, mengatakan pihaknya akan menghapuskan penyusutan (depresiasi) bangunan dan lahan guna memerlancar pembebasan lahan. Sebab, setelah lahan dibebaskan, hampir semua bangunan menyusut nilainya dan tidak memiliki nilai untuk dibangun kembali. Ini yang membuat masyarakat enggan melepaskan kepemilikan lahan.
"Dalam proses pengadaan lahan untuk proyek pemerintah yang ada rumah masyarakatnya, ketika mereka sudah rela melepaskan tanahnya kan kita harus memikirkan kemampuan mereka untuk membangun. Caranya dengan menghapuskan penyusutan bangunan," kata Menteri Ferry di Hotel Borobudur, Jakarta, Rabu (10/2).
Menurutnya, pemerintah harus memikirkan nasib masyarakat yang dibebaskan lahannya, agar bisa memiliki tempat tinggal yang layak. Dengan begitu, pemerintah selain memberikan uang tanah sebagai ganti rugi, juga harus memikirkan harga bangunan sesuai dengan luas bangunan.
"Sehingga mereka dapat uang tanah, dapat uang dari hasil bangunan. Jadi dengan uang tanah dia bisa bangun lagi. Jangan sampai dia hanya menerima uang tanah. Mereka kan tidak beli tanah tapi bangun rumah," imbuhnya.
Baca juga:
Derita korban penggusuran KEK Bitung, warga makan beralas tikar
Eksekusi bangunan di Bitung sempat alot, warga akhirnya pasrah
Pembangunan tol dalam kota Bandung masih terhambat pembebasan lahan
Menteri Ferry pastikan proyek kereta cepat tak terkendala lahan
Proyek Tol Kunciran-Serpong di Tangerang terkendala pembebasan lahan
Pembebasan lahan Tol Serpong-Balaraja tahap satu selesai 80 persen
Menteri Ferry sebut pembebasan lahan selalu terbentur pencairan dana