LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. UANG

Ini penyebab rendahnya penerimaan pajak pemerintahan Jokowi

Penerimaan hingga akhir Mei lebih rendah 3 persen dibanding tahun lalu.

2016-06-11 18:40:00
Pajak
Advertisement

Kementerian Keuangan mencatat realisasi penerimaan pajak sampai 31 Mei 2016 baru sebesar Rp 364,1 triliun atau 26,8 persen dari target dalam APBN 2016 sebesar Rp 1.369,2 triliun.

Direktur Jenderal (Dirjen) Pajak, Ken Dwijugeastiadi mengatakan, rendahnya penerimaan pajak dipengaruhi oleh penerimaan Pajak Penghasilan (PPh) dari sektor minyak dan gas bumi (migas). Hal ini disebabkan anjloknya harga minyak dunia.

"Penerimaan, dibanding tahun lalu memang 3 persen di bawahnya. Terutama penurunan dari PPh migas," kata Ken di Kantor Pusat Ditjen Pajak, Jakarta, Jumat (10/6).

Advertisement

Kepala Pusat Harmonisasi dan Analisis Kebijakan Kementerian Keuangan, Luky Alfirman menilai, salah satu alasan minimnya penerimaan pajak tersebut lantaran banyak yang menunda pembayaran pajak karena menunggu pelaksanaan kebijakan pengampunan pajak atau tax amnesty.

"Memang juga law enforcement belum kelihatan, karena orang banyak menunggu tax amnesty," imbuh Luky.

Selain itu, rendahnya penerimaan pajak juga dipengaruhi oleh perlambatan ekonomi di kuartal I-2016, terutama dari sisi konsumsi rumah tangga yang bertumbuh di bawah 5 persen. Hal ini berimbas kepada Pajak Pertambahan Nilai (PPN).

Advertisement

"Selain itu impor masih minus, ini juga mempengaruhi penerimaan PPN menjadi lebih rendah. Termasuk juga besarnya restitusi untuk PPN pada kuartal I dan kuartal II kita harapkan tidak ada restitusi lagi," tutur Luky.

Baca juga:
Bos pajak: Jangan takut, pengguna kartu kredit tidak dipajaki
Ini alasan Ditjen Pajak harus bercerai dari Kementerian Keuangan
Bos pajak dukung 1.000 persen dan siap jalankan tax amnesty
Toko roti BreadTalk tak higienis & 3 tahun menunggak pajak
Revisi UU KUP, DPR harap wajib pajak tak lagi jadi obyek
Intip data kartu kredit dibanjiri keluhan, ini kata Ditjen Pajak
Kejar pendapatan, Arab Saudi tarik pajak tembakau & minuman manis

(mdk/idr)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.