Ini penyebab melambatnya daya beli masyarakat RI versi Faisal Basri
Pengamat Ekonomi Faisal Basri mengakui kenaikan daya beli masyarakat sedikit melambat menjadi di bawah 5 persen pada kuartal I-2017. Menurutnya, melambatnya daya beli ini disebabkan pemerintah sendiri yang tak memperhatikan petani kecil.
Pengamat Ekonomi Faisal Basri mengakui kenaikan daya beli masyarakat sedikit melambat menjadi di bawah 5 persen pada kuartal I-2017. Menurutnya, melambatnya daya beli ini disebabkan pemerintah sendiri yang tak memperhatikan petani kecil.
"Saya baca kemarin Ibu Sri Mulyani menyalahkan sektor kecil, harusnya ini salah pemerintah pusat. Pemerintah adalah sumber keresahan petani sebenarnya," ujarnya dalam diskusi di Kemenkominfo, Jakarta, Sabtu (12/8).
Faisal menegaskan tidak ada kejadian luar biasa yang menyebabkan daya beli masyarakat merosot. Namun, pertumbuhan di berbagai sektor malah melambat.
"Yang agak jelek industri dan pertanian, jadi pertumbuhan hanya separuh, yang tumbuh baik disini ya, jasa," katanya.
Faisal mengakui data daya beli masyarakat dari BPS memang tidak mengalami penurunan. Namun, daya beli masyarakat agak sedikit melambat.
"Tidak mengalami pertumbuhan tapi melambat, perdagangan ini memang 4,66 persen di triwulan I-2017," pungkasnya.
Baca juga:
JK sebut daya beli turun jika industri RI ganti pekerja dengan robot
BEI: Tak ada penurunan daya beli, masyarakat kini pilih investasi
Penjualan mobil naik, Menteri Airlangga bantah daya beli RI turun
Bos Ramayana nilai penurunan daya beli akibat perlambatan ekonomi
Bos BI optimistis daya beli masyarakat membaik di semester II
Ramai-ramai anak buah Jokowi bantah daya beli masyarakat RI menurun