Ini pentingnya Indonesia gabung pasar bebas Amerika Serikat
Selama ini, Vietnam, Malaysia, Singapura dan Brunei Darussalam sudah ikut TPP.
Rencana Indonesia untuk bergabung dengan pasar bebas Amerika Serikat atau TPP (Trans Pacific Partnership) masih terus dibahas. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menjadi salah satu lembaga yang menilai untung ruginya Indonesia bergabung dengan TPP.
Advisor bidang internasional dan kelembagaan dewan komisioner OJK, Triyono mengatakan, salah satu pentingnya Indonesia ikut TPP adalah untuk bersaing dengan Vietnam. Selama ini, Vietnam, Malaysia, Singapura dan Brunei Darussalam sudah ikut TPP.
Menurut Triyono, untuk bersaing dengan Vietnam, Indonesia harus setara dengan sama-sama bergaung di TPP.
"Indonesia itu bersaing dengan Vietnam, khususnya sektor tekstil dan sepatu untuk ekspor ke Amerika Serikat. Saat ini Vietnam diambil duluan (produknya) karena sudah ikut TPP," jelas Triyono di Jakarta, Rabu (29/6).
Vietnam lebih dulu bergabung dengan TPP karena adanya sejarah perang Vietnam dan kemudian berlanjut ke perdagangan tradisional.
Meski demikian, menurut Triyono, Indonesia tidak akan gegabah bergabung dengan TPP. Pihaknya akan menilai lebih jauh agar kerja sama ini tidak mengecawakan Indonesia.
"Ketika kita tusuk dia (perdagangan), anggota yang lain juga akan menusuk kita dalam. Kajiannya, jangan sampai nanti kita kecewa," tutupnya.
Baca juga:
Aturan tenaga kerja asing RI 'tak cocok' dengan pasar bebas AS
Jadi anggota TPP, Thailand bisa ambil pasar ekspor otomotif RI
Gabung TPP, daya saing industri otomotif RI dinilai lemah
INDEF nilai niat gabung TPP hanya bentuk latah pemerintah Jokowi
Indonesia bisa gabung pasar bebas AS paling cepat 2022
Jokowi pastikan kunjungan ke AS tak terkait lobi TPP
Gabung banyak perdagangan bebas, pemerintah fokus lindungi petani