Ini penjelasan PLN soal potensi masalah akibat kehadiran Pulau G
Terganggunya sirkulasi air akibat keberadaan Pulau G dapat menurunkan kapasitas produksi PLTGU Muara Karang.
Perusahaan Listrik Negara (PLN) mengungkapkan terganggunya sirkulasi air akibat keberadaan Pulau G dapat menurunkan kapasitas produksi Pembangkit Listrik Tenaga Gas dan Uap (PLTGU) Muara Karang. PLTGU Muara Karang membutuhkan air laut sebagai bahan baku untuk menghasilkan listrik dan mendinginkan pembangkit.
Direktur Bisnis Regional Jawa Bagian Tengah PLN Nasri Sebayang menegaskan atas permasalahan ini telah dilakukan kajian dengan putusan perlu dibuat sebuah tanggul khusus. Tanggul diperlukan sebagai pemisah agar air laut yang sudah dipakai tidak masuk kembali ke dalam pembangkit.
"Hanya masalah sirkulasi air saja. Sebenarnya temperatur naik itu akan menurunkan kapasitas listrik. Tapi kita tidak mau kapasitas turun. Jadi air yang keluar ke arah barat tidak bercampur dengan air yang masuk dari arah timur. Makanya kita harus jamin air masuk dan keluar tidak ganggu. Itu saja," ujarnya di Jakarta, Rabu (14/9).
Dia mengungkapkan permasalahan potensi terganggunya pasokan listrik juga terjadi dari salah satu pulau lain. Namun, Nasri mengatakan permasalahan ini tidak terlalu signifikan.
"Sirkulasi saja di G. Ada satu lagi tapi tidak masalah," tuturnya.
Baca juga:
Reklamasi dilanjutkan, Luhut jamin nelayan dapat ribuan kapal dan ru
Reklamasi dilanjutkan, Susi & Ahok harus tanggung jawab kalau banjir
Luhut soal lanjutkan reklamasi: Masa saya bego
Sebut tak bermasalah, alasan Luhut lanjutkan reklamasi Teluk Jakarta
Di tangan Luhut, reklamasi pulau G berlanjut
Temui Ahok, Bos Podomoro Land tanya kelanjutan reklamasi Pulau G
Rizal Ramli soal reklamasi pulau G dilanjutkan: Tanya ke Luhut!