Ini cara agar pekerja konstruksi Indonesia bisa serbu pasar ASEAN
"Setelah sertifikasi nasional, kita berharap bisa menggarap sertifikasi se-ASEAN. Jadi kita tidak lagi hanya bergerak di lingkungan nasional tapi bisa melebarkan sayap ke negara lain."
Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PU-Pera) memberikan sertifikasi kepada 1.183 tenaga kerja konstruksi di wilayah Provinsi Sulawesi. Hal ini bertujuan untuk menciptakan tenaga kerja konstruksi yang kompeten dan berdaya saing tinggi di dalam negeri maupun di luar negeri.
Staf Ahli Gubernur Bidang Pemerintahan Sulawesi Selatan, Andi Hasbullah berharap tenaga kerja konstruksi di Indonesia tak hanya memiliki sertifikat secara nasional, namun juga sertifikat se-ASEAN.
"Setelah sertifikasi nasional, kita berharap bisa menggarap sertifikasi se-ASEAN. Jadi kita tidak lagi hanya bergerak di lingkungan nasional tapi bisa melebarkan sayap ke negara lain. Indonesia bisa bersaing ke luar negeri, tidak hanya di kandang sendiri," kata Andi di Makassar, Kamis (15/12).
Menurutnya, dalam Masyarakat Ekonomi ASEAN, tidak hanya mencakup perdagangan bebas barang dan jasa, namun juga perdagangan bebas tenaga kerja. Sehingga, tidak hanya tenaga kerja asing yang masuk ke Indonesia, namun tenaga kerja dalam negeri bisa meniti karir di negara lain.
"Ada kesepakatan MEA, itu berlaku 2015 sudah berjalan 2 tahun dan kita akan diserbu oleh mereka. Kalau kita tidak mampu menyiapkan diri dan tidak bisa bersaing, akhirnya kita hanya akan jadi penonton di negeri sendiri," imbuhnya.
Selain itu, Andi juga mengapresiasi langkah Lembaga Pengembangan Jasa Konstruksi (LPJK) Sulawesi Selatan yang memberikan sertifikasi kepada tenaga kerja konstruksi di Sulawesi secara gratis. Dengan demikian, kesejahteraan rakyat bisa tercapai.
"Gerakan 3 kali 1.000 sertifikasi menjadi langkah strategis dalam rangka memajukan kesejahteraan rakyat kita. Saya berterimakasih oleh LPJK yang sudah menjalankan 1.600 sertifikasi yang akan terus dilakukan dengan cara on the spot ke masing-masing proyek," pungkasnya.
Baca juga:
Hadapi MEA, ribuan tenaga kerja konstruksi disertifikasi PU-Pera
4 Kondisi ekonomi ini buat Presiden Jokowi sedih
Inovasi negara ASEAN pada perkembangan bisnis dunia global
Sri Mulyani: Pasar bebas ASEAN bukan ancaman
Perundingan RCEP ancam bunuh kehidupan jutaan petani