Hadapi MEA, ribuan tenaga kerja konstruksi disertifikasi PU-Pera
Merdeka.com - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PU-Pera) memberikan sertifikasi kepada 1.183 tenaga kerja konstruksi di wilayah Sulawesi. Hal ini bertujuan untuk menciptakan tenaga kerja konstruksi yang kompeten dan berdaya saing tinggi di dalam negeri maupun di luar negeri.
Kepala Balai Jasa Konstruksi Wilayah VI Makassar Kementerian PU-Pera, Moody Sanger mengatakan, sertifikasi ini menjadi pendukung dalam pembangunan infrastruktur di Indonesia, guna mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.
"Target pembangunan di Kementerian PU-Pera membutuhkan tenaga kerja konstruksi dalam jumlah yang besar. Sehingga penyiapan tenaga kerja yang terampil, terlatih, profesional, dan bersertifikat adalah tugas kita bersama dalam menghadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) saat ini," kata Moody di Makassar, Kamis (15/12).
Dia menambahkan, ada beberapa tantangan pembinaan jasa konstruksi ke depan, yakni meningkatkan harmonisasi antara pelaku jasa konstruksi, meningkatkan daya saing kontraktor, meningkatkan mutu konstruksi, menyebarluaskan informasi konstruksi, meningkatkan kesehatan dan keselamatan kerja, dan meningkatkan jumlah tenaga kerja yang bersertifikat.
"Untuk menjawab tantangan tersebut, perlu peran aktif stakeholder jasa konstruksi untuk mensinergikan kekuatan nasional dalam mempertahankan pasar konstruksi regional," imbuhnya.
Selain itu, kapabilitas perusahaan kontraktor lokal masih terbatas serta kekurangan jasa konstruksi yang cukup besar. Sehingga, tujuan sertifikasi ini untuk melindungi tenaga kerja konstruksi di Indonesia dalam menghadapi liberisasi perdagangan ASEAN 2015, dan Asia Pasifik 2020.
Dari 1.183 tenaga kerja, tercatat sebanyak 110 juru ukur di Politeknik Negeri Makassar, 35 orang di Universitas Hasanudin, 100 juru ukur dari SMK Negeri V Makassar, 200 orang di provinsi Sulawesi Barat, 75 pelaksana jalan di Enrekang, dan 155 orang di Pare-Pare.
Selain itu, 35 tukang di Gowa, 50 tukang di Bumikarsa, 200 tukang di Lembaga Pengembangan Jasa Konstruksi (LPJK) Sulawesi Selatan, 25 tukang di Bumi Tamalanrea Permai, dan 200 orang di provinsi Sulawesi Tengah.
(mdk/idr)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya