Ini Alasan Produk RI Belum Banyak Dipasarkan di E-Commerce
Sekretaris Jenderal Kementerian Perdagangan Karyanto Suprih mengatakan, saat ini sebagian besar pengusaha dalam negeri belum melek teknologi, hal ini menjadi kendala untuk mendorong produk Indonesia bersaing di kacah internasional melalui e-commerce.
Sekretaris Jenderal Kementerian Perdagangan Karyanto Suprih mengatakan, saat ini sebagian besar pengusaha dalam negeri belum melek teknologi, hal ini menjadi kendala untuk mendorong produk Indonesia bersaing di kacah internasional melalui e-commerce.
"Kendala IT sangat sulit, karena belum melek IT," kata Karyanto, di Jakarta, Selasa (13/11).
Menurut Karyanto, kelemahan produk dalam negeri bukan karena kualitas yang rendah, tetapi karena pemasaranya yang belum optimal. Saat ini sudah ada beberapa produk Indonesia yang memasuki pasaar China.
"Kalau produk- produk yang masuk ke China sudah banyak misal sarang burung walet," ujarnya.
Karyanto mengungkapkan, Kementerian Perdagangan terus memberikan pelatihan ke pengusaha, guna meningkatkan pemahaman pengusaha menguasai teknologi digital untuk memasarkan produknya melalui e-commerce.
"Karena itu Kementerian Perdagangan melakukan pelatihan," tuturnya.
Terkait dengan Rancangan Peraturan Pemerintah E-commerce, saat ini masih dalam proses pembuatan. Dia mengakui, untuk menerbitkan RPP E-commerce membutuhkan waktu yang lama. "Memang cukup lama karena terkait Kementerian lain, Kemeterian Komunikasi Infromasi, pajak," tandasnya.
Reporter: Pebrianto Eko Wicaksono
Sumber: Liputan6.com
Baca juga:
6 Tips Berbelanja Online Aman Saat Harbolnas
RI Sepakati Kerangka Kerja Sama E-commerce ASEAN, Ditarget Jadi Pertama di Dunia
Pesta Diskon Belanja 11-11 di China Diharap Dongkrak Pemasaran Produk RI
Kemenko Perekonomian sebut aturan belanja online terbit bulan ini
Perluas akses konsumen, Bukalapak telah gandeng 400.000 warung dan toko kelontong
Bukalapak klaim omzet pelapak naik sampai 3 kali lipat