Ini alasan pemerintah bangun aspal campur sampah meski lebih mahal
Namun demikian, pemerintah tetap memilih campuran sampah plastik karena campuran tersebut lebih kuat, fleksibel dan lentur. "Ya karena lebih baik, lebih fleksibel dan lentur," jelasnya.
Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Basuki Hadimuljono memilih Bekasi, Jawa Barat sebagai daerah yang akan memanfaatkan sampah plastik dalam pembangunan jalannya. Pembangunan jalan dengan aspal campuran sampah plastik ini diakui lebih mahal yang mencapai Rp 1 milliar untuk 1 kilometer.
"Masuk anggaran 2017. Satu kilometer itu Rp 1 miliar biayanya. Lebih mahal sedikit (dari campuran lain). Efisiensi nanti diukur semua," ujar Menteri Basuki di Gedung Kementerian Koordinator Kemaritiman, Jakarta, Jumat (7/7).
Namun demikian, pemerintah tetap memilih campuran sampah plastik karena campuran tersebut lebih kuat, fleksibel dan lentur. "Ya karena lebih baik, lebih fleksibel dan lentur," jelasnya.
Selain masalah kualitas, alasan pemerintah menggunakan campuran aspal dan sampah plastik adalah karena saat ini masalah sampah di Indonesia sudah tahap serius. Di Bali saja, sampah sudah menggunung 40 meter.
"Kita akan pakai itu, harus kita lakukan karena sampah kita di Bali sudah 40 meter tingginya. Sungai kita katanya sedimentasi, kalau dikeruk sampah semua," pungkasnya.
Baca juga:
Menteri Basuki sebut Bekasi jadi uji coba aspal sampah plastik
Menhub Budi pangkas anggaran Rp 2 triliun di 2017
Menteri Basuki pangkas anggaran Rp 517 miliar di 2017
Pemerintah belum berencana naikkan tarif tol tahun ini
Menteri Basuki pastikan tol Becakayu baru dibuka usai Lebaran