LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. UANG

Infrastruktur buruk, Indonesia sulit kembangkan sektor pariwisata

"Kesulitannya ya itu infrastruktur yang masih banyak yang rusak dan susah."

2015-08-26 20:02:41
Pariwisata Indonesia
Advertisement

Pemerintahan Jokowi-JK sering kali menjanjikan bakal menggenjot sektor pariwisata dalam negeri. Keindahan alam Indonesia akan dimanfaatkan untuk menambah pendapatan negara.

Namun, CEO TX Travel, Anton Thedy pesimis pemerintah bisa mengundang lebih banyak turis ke Indonesia. Pasalnya, infrastruktur dalam negeri seperti jalan di beberapa daerah masih buruk.

"Contohnya di Plengkung di Banyuwangi, jalan akses ke sana itu masih susah. Lebih enak ke Bali terus naik kapal laut ke Plengkung. Padahal ombak yang ada di sana merupakan nomor dua tertinggi di dunia, jadi enak banget buat surfing," ungkap Anton dalam diskusi di Plaza Semanggi, Jakarta Selatan, Rabu (26/8).

Advertisement

"Kesulitannya ya itu infrastruktur yang masih banyak yang rusak dan susah," tambahnya.

Selain itu, wisatawan mancanegara yang kerap mengunjungi Indonesia berasal dari kalangan backpacker atau kelas bawah. Turis asing kalangan menengah ke atas saat ini sudah diserap oleh Malaysia dan Singapura.

"Sebenarnya orang dari luar ke kita kelas backpacker, yang kelas menengah ke atas sudah habis di Malaysia dan Singapura. Jadi memang agak sulit naik."

Advertisement

Anton berpendapat, seharusnya pemerintah lebih fokus terhadap peningkatan wisatawan domestik. Ini dinilai lebih baik dari pada menunggu kedatangan turis yang tiap berkunjung jarang membeli oleh-oleh khas dalam negeri.

"Turis domestik tiap kali pergi, pulang pasti bawa oleh-oleh. Kalau orang asing enggak beli oleh-oleh. Selain itu, saya juga heran kenapa orang lebih bangga saat mereka pergi ke Singapura dari pada Medan. Padahal ongkosnya lebih mahal ke Medan dan Medan menyimpan resort indah di Danau Toba," ungkapnya.

Direktur Eksekutif Indef, Enny Sri Hartati menilai strategi pemerintah dalam menggenjot sektor pariwisata dalam negeri masih salah kaprah.

Pemerintah dinilai menarik wisatawan mancanegara dengan mengiming-imingi harga yang murah. "Padahal yang orang cari saat berlibur itu kan kenyamanan. Sekarang kalau harga murah tapi kita harus menunggu di bandara berjam-jam ya untuk apa. Jadi balik lagi soal infrastruktur," pungkasnya.

Baca juga:
Menpar kepincut media sosial dan online buat gaet jutaan turis asing
Eksotis alam Pulau Tabuhan, surga bagi pecinta kiteboarder
Menko Rizal sesumbar pariwisata jadi solusi masalah pengangguran RI
Menpar Arief ingin Jakarta jadi pusat penghubung pariwisata
Menteri Sofyan: Objek wisata Indonesia bisa lebih dari 100 Maldives

(mdk/idr)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.