Menpar Arief ingin Jakarta jadi pusat penghubung pariwisata
Merdeka.com - Menteri Pariwisata Arief Yahya menyatakan ingin menjadikan DKI Jakarta sebagai hub city atau pusat penghubung pariwisata di wilayah sekitar Ibu Kota.
"Poin utamanya, kami ingin menjadikan Jakarta ini sebagai hub. Kita akan branding (cap) Jakarta dan sekitarnya sebagai Great Jakarta," kata Arief dalam jumpa pers usai pertemuan dengan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Rizal Ramli dan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama, Jakarta, Rabu (19/8).
Mantan Dirut PT Telkom itu menjelaskan, dengan menjadikan Jakarta sebagai hub city, wilayah lain di sekitar Ibu Kota juga bisa menjadi destinasi wisata lanjutan.
"Misal datang ke Jakarta, dapat juga (info) Tanjung Lesung di Banten, jadi bisa dipromosikan langsung oleh Jakarta. Begitu juga daerah-daerah sekitar Jakarta lainnya seperti Cianjur, Sukabumi atau Bogor. Jadi Jakarta selain jadi destinasi utama juga akan jadi hub," tuturnya.
Arief menambahkan, dengan menjadi tujuan utama wisata dan hub, diharapkan bisa mendongkrak jumlah turis yang mengunjungi Jakarta. Jakarta hanya dikunjungi oleh sekitar 2,5 juta turis tahun ini ditargetkan bisa meningkat menjadi 3 juta turis pada 2016.
"Pak Menko tadi menambah targetan untuk 2019 itu menjadi 5 juta turis, masih jauh dari Bangkok yang sekarang sudah menembus 16 juta turis," ucapnya.
Lebih lanjut, dia mengatakan dengan menjadi hub sekaligus destinasi wisata utama, Jakarta bisa menikmati banyak keuntungan. Dia mencontohkan sejumlah hub cities dunia seperti Dubai, Abu Dhabi, Doha atau Singapura yang mengambil keuntungan pariwisata sebagai hub cities.
"Dubai itu nomor satu di bidang layanan keuangan dan nomor dua di bidang pariwisata, itu dengan jadi hub city," ujarnya.
Arief juga mengatakan dengan menjadi hub, biaya promosi pariwisata setiap kota nantinya menjadi lebih hemat lantaran Jakarta merupakan salah satu pintu masuk utama turis mancanegara.
(mdk/efd)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya