Influencer Ini Beri Makanan Gratis untuk Pasien Covid-19 yang Isoman
Di tengah pandemi Virus Corona yang mencekik ekonomi masyarakat, beberapa influencer Indonesia tergerak melakukan aksi sosial membantu sesama. Sebab, kini rumah sakit sudah tak lagi cukup menerima jumlah pasien. Isolasi mandiri pun gencar dilakukan.
Di tengah pandemi Virus Corona yang mencekik ekonomi masyarakat, beberapa influencer Indonesia tergerak melakukan aksi sosial membantu sesama. Sebab, kini rumah sakit sudah tak lagi cukup menerima jumlah pasien. Isolasi mandiri pun gencar dilakukan.
Salah satu influencer, Imam Darto membuat gerakan memberi makanan kepada penderita Covid-19 yang menjalani isolasi mandiri (isoman). Pemberian makanan untuk 10 orang selama 10 hari.
"Memberi makanan kepada 10 orang, tetapi dengan persyaratan yang ada," ujar Imam dalam diskusi online, Jakarta, Rabu (21/7).
Adapun syarat untuk mendapatkan bantuan selama 10 hari tersebut adalah masyarakat yang sudah dibantu olehnya bisa menjadi pendonor plasma darah ketika sudah sembuh untuk masyarakat lain yang membutuhkan. Seleksi yang diberikan kepada masyarakat isoman tergantung dari vendor makanan yang bekerja sama dengannya. Namun demikian, vendor tersebut hanya ada di Jakarta saja.
Persyaratan seperti itu ditetapkan agar masyarakat bisa saling membantu satu sama lain. Kini bukan hanya bantuan makanan saja yang sulit. Tetapi, masyarakat juga kesulitan untuk mencari rumah sakit yang bisa menerima pasien covid-19, ruang ICU, ruang UGD, dan juga tabung oxygen.
Imam tidak menunggu pemerintah untuk membagikan bantuan, karena menurutnya, pemerintah sudah terlalu banyak membagikan uluran tangan. "Kekuatan cinta dari sesama begitu besar, kenapa harus menunggu bantuan yang lain bila kita bisa melakukannya," ujar Imam.
Dia pun menyayangkan, dengan keadaan darurat seperti sekarang, masih saja ada oknum yang memanfaatkan situasi. Oknum ini menipu masyarakat dengan berdalih membagikan tabung oksigen secara gratis tetapi tabung tersebut tidak dikembalikan lagi kepemiliknya.
"Ada salah satu gerakan yang memberikan oksigen gratis, tetapi tabung tersebut tidak dikembalikan lagi kepemiliknya. Masih ada saja orang seperti itu," tandasnya.
Reporter Magang: Mutiara Syafira
Baca juga:
Menkeu Sri Mulyani Kesal Ada 163 Daerah Lamban Salurkan BLT Desa
Banyak Daerah Langgar Prokes, Pemerintah Tingkatkan Kapasitas Testing dan Tracing
Pemerintah Akan Beri Subsidi Gaji Korban PHK dan yang Dirumahkan Dampak PPKM Darurat
Kepala BIN: 1 dari 7 Orang yang Terkena Covid-19 di Indonesia adalah Anak-Anak
Ini Alasan Pencairan Klaim Rumah Sakit Rujukan Covid-19 Lambat
Wali Kota Semarang Klaim Sudah Tidak Ada Penumpukan Pasien Covid-19 di RS