Inflasi Ramadan 2017 terendah sejak 2011
Inflasi Ramadan 2017 terendah sejak 2011. Capaian tersebut, menurut Agus, merupakan kinerja positif seluruh tim pengendali inflasi baik pusat maupun daerah. Agus menegaskan, peran TPID sangat penting, terutama dalam menjangkau atau menjaga keterjangkauan harga, ketersediaan pasokan, kelancaran distribusi & komunikasi.
Gubernur Bank Indonesia (BI), Agus Martowardojo, membanggakan inflasi Ramadan 2017 yang rendah kepada Presiden Joko Widodo. Inflasi Ramadan 2017 menjadi yang terendah selama enam tahun terakhir.
"Bahkan secara khusus kami laporkan, inflasi IHK (Indeks Harga Konsumen) pada periode bulan puasa dan Lebaran Juni 2017, merupakan inflasi terendah untuk periode Lebaran selama 6 tahun terakhir," kata Agus dalam sambutannya pada acara Rapat Koordinasi Nasional Pengendalian Inflasi di Hotel Grand Sahid Jaya, Jakarta, Kamis (27/7).
Capaian tersebut, lanjutnya, merupakan kinerja positif seluruh tim pengendali inflasi baik pusat maupun daerah. "Kami sangat mengapresiasi berbagai kebijakan yang ditempuh Tim Pengendali inflasi Daerah, yang saat ini jumlahnya telah mencapai 524, 34 provinsi dan 490 kabupaten kota," ujarnya.
Agus menegaskan, peran TPID sangat penting, terutama dalam menjangkau atau menjaga keterjangkauan harga, ketersediaan pasokan, kelancaran distribusi dan komunikasi secara langsung kepada masyarakat. "Kinerja TPID yang positif tersebut tentu tidak terlepas dari arahan dan dukungan penuh bapak presiden," pungkasnya.
Baca juga:
Bos BI: Inflasi 2016 terendah sejak 2010
Bos BI prediksi inflasi Juli 0,18 persen, terendah 6 tahun terakhir
Menko Darmin ungkap keunggulan ekonomi era Jokowi dibanding Soeharto
BI prediksi inflasi Juli 2017 capai 0,32 persen
Bos BI: Inflasi minggu pertama Juli 2017 sebesar 0,32 persen
Kenaikan tarif dasar listrik picu inflasi Juni 2017
Menkeu Sri Mulyani: Juni puncak inflasi tahun ini