Bos BI: Inflasi 2016 terendah sejak 2010
Merdeka.com - Presiden Joko Widodo hari ini membuka dan memimpin Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pengendalian Inflasi 2017 di Hotel Grand Sahid Jaya, Jakarta. Rakornas yang mengangkat tema Mempercepat Pembenahan Efisiensi Tata Niaga Pangan Melalui Penguatan Infrastruktur dan Pemanfaatan Teknologi Digital Untuk Kesejahteraan Rakyat ini diikuti oleh seluruh kepala daerah serta Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) seluruh Indonesia.
"Tema ini selaras dengan agenda kita, untuk mengeksplorasi infrastruktur nasional yang pada akhirnya tentu akan memperkuat efektivitas pengendalian inflasi," kata Gubernur Bank Indonesia (BI), Agus Martowardojo, dalam sambutannya.
Agus mengungkapkan, pada 2016 hingga pertengahan 2017, inflasi tercatat cukup rendah dan terkendali. Inflasi indeks harga konsumen (IHK) 2016 tercatat pada level 3,02 persen, terendah sejak 2010.
"Inflasi tahun 2016 yang rendah juga terjadi cukup merata di berbagai daerah. Angka inflasi tahunan di berbagai daerah tercatat rendah, seperti di Jawa 2,59 persen, Kalimantan 3,4 persen, Sumatera 4,53 persen," ungkapnya.
Selain itu, di kawasan Timur Indonesia, inflasi juga tercatat cukup rendah. Di Sulawesi 2,27 persen, Bali Nusa Tenggara 2,93 persen, Maluku Papua 3,07 persen. "Inflasi yang terkendali juga masih berlanjut sampai dengan pertengahan tahun 2017. Hingga bulan Juni 2017 inflasi IHK nasional baru mencapai 2,38 persen," tuturnya.
Agus menjelaskan, dalam rakornas kali ini ada tiga hal utama yang dilaporkan kepada Presiden yaitu evaluasi pencapaian inflasi nasional dan perkembangan TPID. "Tindak lanjut yang telah dilakukan pasca arahan bapak presiden di rakornas tahun lalu dan pra kiraan inflasi 2017 serta upaya yang perlu dilakukan untuk mencapai inflasi yang rendah dan stabil," ujarnya.
(mdk/bim)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya