Industri Perhotelan dan Restoran Ditargetkan Hanya Tumbuh 5 Persen
Ketua Umum Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Hariyadi Sukamdani mengatakan, industri perhotelan dan restoran telah mengubah target pertumbuhan pendapatan setelah wabah virus corona merebak.
Ketua Umum Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Hariyadi Sukamdani mengatakan, industri perhotelan dan restoran telah mengubah target pertumbuhan pendapatan setelah wabah virus corona merebak.
Semula rata-rata hotel menargetkan peningkatan 10 persen hingga 12 persen, namun kini diperkirakan pertumbuhannya hanya 5 persen. "Mungkin tumbuh 5 persen, itu pun kalau ada pembalikan," kata Hariadi di Jakarta, Kamis (12/3).
Penyebaran virus corona ini sangat mengganggu industri pariwisata. Seperti travel mart terbesar seperti ITB-Berlin pun terpaksa dibatalkan. Padahal momen liburan panas tersebut berpotensi menghadirkan berbagai transaksi di sepanjang bulan Mei-September.
"Itu pasar orang bertemu dan negosiasi. Itu juga kerugian besar," kata Hariadi.
Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) ini juga mengatakan organisasinya telah menurunkan perkiraan pertumbuhan ekonomi tahun 2020. Semula Apindo memperkirakan pertumbuhan ekonomi di angka 5,2 persen. Tetapi, akibat covid-19, diprediksi pertumbuhan ekonomi merosot di angka 4,5 persen.
"Tergantung kepanikan masyarakat. Kalau terus-terusan bisa sampai 4,5 persen atau kurang," ujar dia.
Apalagi saat ini sudah memasuki bulan ketiga tahun 2020. Tak hanya itu dalam waktu dekat juga masyarakat akan menghadapi bulan Ramadan. "Jadi memang dari sisi target akan berubah," ujarnya.
Baca juga:
Pengusaha Belum Rasakan Manfaat Insentif di Sektor Pariwisata
Kepanikan Masyarakat Soal Virus Corona Dinilai Bikin Ekonomi RI Turun
Bisnis Pariwisata Kota Batu Turun 20 Persen Akibat Virus Corona
Dampak Pembatasan Turis Asal 3 Negara, Erick Thohir Buka Peluang Baru
7 Foto Bukit Jaddih di Madura, Mirip Tempat Wisata Populer di Turki
Pariwisata Terpukul Virus Corona