LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. UANG

Industri manufaktur lemah bikin Indonesia masih ketergantungan impor

Peneliti Institute for Development of Economics and Finance (INDEF), Ahmad Heri Firdaus mengatakan, ketergantungan nilai impor di Indonesia saat ini sangat tinggi. Sebab, Indonesia belum memaksimalkan peran industri manufaktur untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri.

2018-02-07 16:53:22
Indef
Advertisement

Peneliti Institute for Development of Economics and Finance (INDEF), Ahmad Heri Firdaus mengatakan, ketergantungan nilai impor di Indonesia saat ini sangat tinggi. Menurutnya, hal ini justru menggambarkan lemahnya kemandirian ekonomi nasional.

"Sebagian besar industri masih memasok bahan baku maupun penolong dari impor. Padahal, bahan-bahan tersebut sebagian besar berasal dari ekspor Indonesia, yang telah diolah di negara lain," kata Ahmad dalam diskusi Alarm Stagnansi Pertumbuhan Ekonomi, di Warung Daun Cikini, Jakarta Pusat, Rabu, (7/2).

Selain itu, lanjutnya, pemerintah seringkali menempuh strategi impor untuk memenuhi kebutuhan dasar seperti beras, bawang bahkan garam. Itu semua, dikatakan Ahmad akan semakin memperburuk ekonomi di Indonesia.

Advertisement

"Kondisi yang demikian menggambarkan buruknya tata kelola ekonomi domestik dan pada gilirannya berdampak pada kebijakan jangka pendek," imbuhnya.

Dia menambahkan, Indonesia belum memaksimalkan peran industri manufaktur untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri. Sehingga, lemahnya industri manufaktur dalam negeri justru menimbulkan penurunan nilai tambah (deindustrialisasi) bagi Indonesia.

Dengan demikian, Peneliti INDEF lainnya, Andry Satrio Nugroho mengungkapkan, untuk mencapai pertumbuhan ekonomi yang berkualitas, perlu adanya usaha dalam menciptakan industri dalam negeri, guna mengurangi nilai impor.

Advertisement

"Industri memiliki multiplier effect dan nilai tambah yang lebih besar dibandingkan dua sektor lainnya. Semisal penciptaan lapangan pekerjaan lebih tinggi dari sektor lainnya," ungkapnya.

Baca juga:
Indef: Pangsa pasar ekspor Indonesia turun semenjak 2016
Mendag Enggar ungkap jagung diimpor karena petani tak memproduksi kebutuhan industri
4 Produk dan jasa Indonesia yang dipersulit rambah dunia
33.400 Benih lobster dalam sayuran hendak diselundupkan ke Singapura
Presiden Jokowi kecewa kinerja ekspor rendah, ini solusi ketua DPR

(mdk/azz)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.