LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. UANG

Industri Bekasi babak belur, pengusaha kabur buruh diganti mesin

Hal ini diakibatkan tingginya biaya hubungan industrial di wilayah Timur Jakarta itu.

2016-04-14 12:33:11
Pertumbuhan Industri
Advertisement

Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia Kota Bekasi, Purnomo Narmiadi, mengaku cukup banyak pengusaha yang merelokasi usahanya dari Kota Bekasi ke daerah lain. Hal ini diakibatkan tingginya biaya hubungan industrial di wilayah Timur Jakarta itu.

"Biaya hubungan industrial mempengaruhi pendapatan perusahaan. Saking tingginya, sampai-sampai perusahaan merugi," kata Purnomo saat dikonfirmasi, Kamis (14/4).

Dia menyebutkan, biaya hubungan industrial tersebut seperti perizinan cukup mahal, biaya transportasi akibat kemacetan lalu lintas, serta infrastruktur pendukung yang dianggap sudah tak memadai.

"Termasuk biaya upah di Kota Bekasi yang juga mahal," kata Purnomo.

Purnomo mengatakan, pengusaha merelokasi ke daerah yang dianggap cukup kondusif. Misalnya, di Semarang, Jawa Tengah, di sana biaya upah lebih rendah dibanding dengan Bekasi, di sana infrastruktur juga tersedia, bahkan ada juga pelabuhan seperti Tanjung Priok.

"Ini sudah kami prediksi sejak tiga, empat tahun lalu, bahwa lambat laun pengusaha di Kota Bekasi akan merelokasi perusahaannya," ujar Purnomo.

Adapun, bagi pengusaha yang tetap bertahan, mulai memanfaatkan teknologi mesin untuk menggantikan buruh. Mesin otomatis, kata dia, dianggap lebih efektif dan efisien.

DPRD Kota Bekasi, Jawa Barat menyebut ada sekitar 20 perusahaan hengkang dari Kota Bekasi dikarenakan biaya upah cukup mahal. Karena itu, lembaga legislatif tersebut meminta pemerintah pusat mengatur metode pengupahan di Indonesia.

Baca juga:
Indonesia-Malaysia bentuk dewan negara penghasil minyak sawit
Cara 'unik' menperin ajak pabrik otomotif investasi di Indonesia
Cegah kebakaran hutan, Sinar Mas bangun ruang komando Rp 65 M
Hyundai targetkan penjualan 250 mobil di IIMS 2016
Selama masih ada budaya minta 'komisi', ekonomi RI tak akan maju
Genjot perekonomian, Bank Mandiri nilai perlu ada insentif industri
Tiru Thailand, Indonesia akan buka kawasan industri halal

(mdk/bim)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.