LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. UANG

Industri Asuransi Babak Belur Dihantam Corona Hingga Krisis Kepercayaan

Chairman Infobank Institute Eko B. Supriyanto mengatakan, industri asuransi tengah mengalami krisis. Tak hanya karena dihantam oleh perlambatan ekonomi akibat pandemi covid-19, namun juga karena kepercayaan dari konsumen menurun imbas kasus gagal bayar Asuransi Jiwasraya dan Asuransi Jiwa Bersama (AJB) Bumiputera.

2020-07-30 13:35:04
Asuransi
Advertisement

Chairman Infobank Institute Eko B. Supriyanto mengatakan, industri asuransi nasional tengah mengalami krisis. Tak hanya karena dihantam oleh perlambatan ekonomi akibat pandemi covid-19, namun juga karena kepercayaan dari konsumen menurun imbas kasus gagal bayar Asuransi Jiwasraya dan Asuransi Jiwa Bersama (AJB) Bumiputera.

Bahkan, industri asuransi jiwa nasional bahkan sudah dua tahun terakhir mengalami masa-masa berat. Pada 2019 kinerja industri ini melanjutkan kemerosotan yang terjadi sejak 2018. Sebagian perusahaan asuransi jiwa fokus memasarkan produk-produk asuransi berbalut investasi seperti unit link. Bahkan, unit link menjadi tulang punggung bisnis asuransi jiwa.

Namun, karena terlalu dipenuhi oleh produk-produk berbasis investasi bergaransi, perusahaan asuransi jiwa menjadi agresif masuk ke saham dan reksa dana.

Advertisement

"Begitu pasar saham anjlok, banyak yang akhirnya bermasalah. Ditambah lagi, ada problem lain, yakni tidak sedikit terjadi pelanggaran good corporate governance (GCG)," ujar Eko dalam acara Infobank Talk 'Insurtech: Peluang dan Tantangan Asuransi di Era Digital' di Jakarta, Kamis (30/7).

Eko memaparkan, berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK), pada 2019 perolehan premi bruto industri asuransi jiwa yang dihuni oleh 61 perusahaan, tumbuh negatif 0,38 persen atau menjadi Rp 185,33 triliun.

"Pertumbuhan tersebut melanjutkan tren penurunan yang terjadi pada tahun sebelumnya. Pada 2018 premi industri asuransi jiwa tumbuh 1,20 persen, anjlok sangat dalam dari capaian tahun sebelumnya yang tercatat tumbuh 16,23 persen,” tambahnya.

Advertisement

Adapun perolehan laba per Mei 2020 membaik, naik 128,26 persen menjadi Rp 1,21 triliun dari total 54 perusahaan asuransi jiwa. Namun, ini dibarengi indikator keuangan lainnya semakin menurun. Per Mei 2020, pendapatan premi bruto mengalami minus 12,54 persen menjadi Rp 64,01 triliun. Investasi - 8,12 persen menjadi Rp 426,24 triliun, dan aset - 5,52 persen menjadi Rp 531,14 triliun.

Reporter: Pipit Ika Ramadhani

Sumber: Liputan6.com

Baca juga:
Kasus Gagal Bayar, Anggota Komisi XI DPR RI: Kami Bersama Pemegang Polis Bumiputera
Kepada DPR, Nasabah Bumiputera Minta Dibantu Pertemuan dengan Manajemen, BPA, dan OJK
OJK Rencana Wajibkan Penawaran Produk Jasa Keuangan Khususnya Asuransi Direkam
Menggantung Harapan Terakhir Jutaan Nasabah Asuransi Bumiputera ke DPR
4 Manfaat Asuransi Beserta Jenisnya yang Perlu Diketahui, Jangan Salah Pilih
Adira Insurance Ajak Fintech Modal Rakyat Pasarkan Produk Asuransi Kendaraan Bermotor

(mdk/azz)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.