LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. UANG

Indonesia tak gentar Uni Eropa larang produk sawit

Resolusi parlemen Uni Eropa tersebut bisa mendorong kejatuhan harga minyak sawit mentah. Pada gilirannya, ini bakal berdampak buruk pada petani sawit Indonesia.

2017-04-10 14:20:14
Kementan
Advertisement

Indonesia tak gentar dengan langkah Parlemen Uni Eropa mengeluarkan resolusi terkait pelarangan biodiesel berbasis kelapa sawit. Tindak lanjut dari resolusi tersebut, Uni Eropa bakal meluncurkan sertifikasi tunggal untuk kelapa sawit dan produk turunannya.

"Kami akan terus berdiplomasi, tapi kami punya standar sendiri Indonesian Sustainable Palm Oil (ISPO)," kata Menteri Pertanian Amran Sulaiman seusai menghadiri Rapat Pimpinan Nasional Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI), Jakarta, Senin (10/4).

Selain itu, kata Amran, Indonesia juga memiliki Roundtable Sustainable Palm Oil (RSPO). Standar industri sawit berkelanjutan yang disepakati bersama Malaysia. "Indonesia dan Malaysia menguasai 80 persen produksi sawit dunia."

Advertisement

Amran meyakini ekspor CPO dan produk turunannya bakal tetap stabil meski ada resolusi parlemen Uni Eropa. "Tak akan terganggu."

Sebagai gambaran, per tahun, volume ekspor Indonesia untuk CPO dan turunannya ke dunia sekitar 21-22 juta ton. Sebanyak 3,4 juta-4 juta ton di antaranya mengalir ke Uni Eropa. "Untuk Perancis saja sekitar 200 ribu ton."

Dia melanjutkan, resolusi parlemen Uni Eropa tersebut bisa mendorong kejatuhan harga minyak sawit mentah. Pada gilirannya, ini bakal berdampak buruk pada petani sawit Indonesia.

Advertisement

"Ada 30 juta orang Indonesia yang kehidupannya tergantung pada sawit. Jika harga turun, mereka akan meninggalkan sawit dan lari ke hutan untuk mencari penghidupan baru," katanya.

"Pada akhirnya akan terjadi deforestasi. Siapa yang bisa menahan 30 juta orang?. Saya sudah berbicara ini ke menteri pertanian Jerman, Spanyol, dan Denmark. Mereka mengerti."

Baca juga:
Mentan Amran: Mimpi kami, 10 negara bergantung pangan Indonesia
Warga Afrika terkesan pertanian di Indonesia
Miris, panen jagung petani ini tak ada pembeli
Tingkatkan konsumsi protein, Japfa bagi-bagi 250.000 butir telur
Mentan Amran segera ekspor beras 50.000 ton ke Malaysia
Mentan Amran kecewa dibohongi staf Bulog soal mesin pengering

(mdk/idr)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.