Mentan Amran segera ekspor beras 50.000 ton ke Malaysia
Merdeka.com - Menteri Pertanian, Amran Sulaiman mengaku siap mengekspor beras ke Malaysia dalam waktu dekat. Beras tersebut berasal dari Pontianak sebanyak 15.000 hingga 50.000 ton. Ekspor bisa dilakukan karena stok beras nasional masuk kategori aman.
"Stok beras kita aman untuk Ramadan nanti, bahkan kita juga akan ekspor ke Malaysia," ucap Amran kepada wartawan disela menjadi pembicara Seminar Peranan Sumber Daya Pertanian, Perkebunan dan Peternakan dalam Mendukung Ketahanan Pangan Nasional, di Universitas Sebelas Maret (UNS), Solo, Kamis (30/3).
Menurut Amran, beras yang akan diekspor ke Malaysia tersebut berasal dari Pontianak sebanyak 15 hingga 50 ribu ton.
Pada kesempatan itu, Amran juga melakukan sidak ke gudang Bulog Karanganyar dan Sukoharjo. Disela sidak dia sempat menyoroti tidak beroperasinya mesin di gudang Bulog.
Mentan Amran juga menandatangani kerja sama dengan UNS di bidang pengembangan pertanian. "Untuk menjadikan swasembada pangan, inovasi sosial juga dibutuhkan," katanya.
Diberitakan sebelumnya, Menteri Pertanian Amran Sulaiman mengaku kecewa saat meninjau Kompleks Gudang Triyagan milik Perum Bulog. Penyebabnya, salah satu mesin penggilingan dan pemanas padinya tidak beroperasi di saat pemerintah gencar melakukan penyerapan/pembelian gabah.
"Hal seperti ini tidak boleh dibiarkan karena bisa mengganggu penyerapan gabah yang pada akhirnya mengganggu ketahanan pangan nasional," kata Amran saat melakukan sidak ke sejumlah gudang Divre Bulog seperti ditulis Antara Sukoharjo, Jawa Tengah, Kamis (30/3).
Dalam kunjungan tersebut, Amran dibohongi oleh kepala dan staf gudang yang mengatakan bahwa mesin pengering gabah tidak beroperasi satu minggu. Amran tidak mempercayai begitu saja dan langsung melihat lokasi mesin. Di situ mentan menemui bangunan mesin pengering banyak sarang laba-laba sehingga dipastikan lama tak beroperasi.
"Saya memastikan bahwa mesin ini sudah lebih dari sebulan tidak beroperasi sehingga menyebabkan penggilingan gabah menjadi beras tak optimal," kata mentan.
Merasa dibohongi oleh pengurus gudang, Mentan Andi tak bisa menahan kecewa dan minta mereka dipindahtugaskan atau diberhentikan. "Saya minta kepada direktur SDM Perum Bulog untuk menindak petugas gudang yang tidak bekerja optimal dan sudah saya telepon," katanya.
(mdk/idr)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya