LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. UANG

Indonesia masih butuh impor jagung, ini sebabnya

Pengamat Indef, Bhima Yudhistira menilai impor komoditas jagung sebenarnya masih dibutuhkan untuk memenuhi kebutuhan pakan ternak. Sebab, pasokannya belum dapat terpenuhi melalui produk lokal.

2018-08-15 19:22:13
ekspor impor
Advertisement

Kementerian Pertanian (Kementan) diminta lebih rasional dalam upaya mengejar target swasembada pangan untuk beberapa komoditas, salah satunya jagung. Ini mengacu pada data ekspor-impor kepabeanan yang menunjukkan masih adanya impor jagung.

Impor jagung berdasar data Bea dan Cukai mencapai 330,8 juta Kg pada periode Januari-Juli 2018.

Pengamat Indef, Bhima Yudhistira menilai impor komoditas jagung sebenarnya masih dibutuhkan untuk memenuhi kebutuhan pakan ternak. Sebab, pasokannya belum dapat terpenuhi melalui produk lokal.

Advertisement

"Impor jagung masih dibutuhkan, khususnya untuk suplai ke pakan ternak ayam. Sekarang, ketika impor jagungnya dibatasi, akhirnya peternak mencari pakan gandum yang berasal dari impor," kata Bhima dikutip dari Antara, Rabu (15/8).

Bhima mengatakan impor komoditas jagung ini masih diperlukan untuk memenuhi pasokan dalam negeri daripada terjadi kenaikan harga yang memberatkan konsumen. Untuk itu, dia mempertanyakan klaim bahwa sudah terjadi swasembada jagung, meski pemenuhan impor masih terjadi.

Selain itu, tambah dia, kegaduhan mengenai pemenuhan kebutuhan dalam negeri selalu disertai oleh persoalan data ekspor impor pangan. "Soal data harusnya cuma BPS yang berhak keluarkan data pangan baik pasokan dan kebutuhan pangan," kata Bhima.

Advertisement

Tidak hanya untuk pakan ternak, kebutuhan jagung untuk bahan baku industri makanan dan minuman saat ini masih harus dipenuhi dari impor. Pasalnya, jagung�"dent corn"�yang memiliki kadar tepung tinggi belum diproduksi di dalam negeri.

"Dent corn"�atau yang dikenal sebagai jagung gigi kuda memiliki kandungan tepung yang tinggi sehingga cocok untuk industri makanan seperti keripik jagung, tepung maizena, keripik tortilla maupun taco.

Berdasarkan data ekspor-impor kepabeanan, Indonesia ternyata tetap mengimpor jagung. Tercatat ada sebanyak 330,8 juta kg jagung yang diimpor sepanjang Januari-Juli 2018 dengan HS Code 10059090. Ada juga impor bibit jagung dengan HS Code 10051000 sebanyak 227,3 ribu kg.

Jumlah impor jagung tersebut bahkan lebih besar dibandingkan jumlah jagung yang telah dieskpor. Pada periode yang sama, jumlah ekspor jagung dengan HS Code 10059090 sebanyak 274,9 juta kg.

Ketua Dewan Jagung Maxdeyul Sola mengakui saat ini produksi jagung Indonesia belum mampu memenuhi kebutuhan industri pangan yang membutuhkan jagung jenis 'dent corn' sehingga impor tidak bisa dihindari.

Ketidakcocokan produksi dengan kebutuhan industri pangan ini disebabkan kandungan alfatoksin produksi jagung nusantara yang kerap melebihi batas kebutuhan industri pangan sebesar 20 ppg. "Jadi kita baru bisa menanam, tapi tidak bisa mengamankan produksi yang dihasilkan masyarakat," ujarnya.

Menurut Max, industri makanan dan minuman sepakat untuk membantu pengembangan jagung 'dent corn' sambil menunggu kebijakan mengenai larangan impor.

"Pasalnya, Dewan Jagung akan mengajukan. Kalau memang sudah ada produksi dalam negeri, kita akan ajukan stop impor," katanya.

Baca juga:
OJK keluarkan paket kebijakan dorong ekspor dan perekonomian nasional
Menko Darmin soal impor Juli naik 62 persen: Waduh, serem amat
4 Aspek ekonomi RI turun tajam akibat tertekan gejolak dunia
Respons PLN saat diminta Jokowi untuk kurangi impor
OJK terbitkan paket kebijakan tingkatkan perekonomian nasional

(mdk/idr)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.