LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. UANG

Indonesia Lebih 'Mesra' Dengan China, Ini Kata Luhut

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan menepis kabar yang mengatakan bahwa Indonesia bergantung pada investasi dari China. Menurut dia, Indonesia menjalin hubungan akrab dengan semua negara yang mau berinvestasi.

2018-11-30 16:53:27
Luhut Panjaitan
Advertisement

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan menepis kabar yang mengatakan bahwa Indonesia bergantung pada investasi dari China. Menurut dia, Indonesia menjalin hubungan akrab dengan semua negara yang mau berinvestasi.

"Mengenai China saya garis bawahi ini, karena kemarin ada headline Luhut bilang kita lagi mesra-mesra dengan China. Kita mesra dengan siapa saja yang bawa duit ke Indonesia," kata dia, di Kantornya, Jakarta, Jumat (30/11).

"Juga jangan bilang China, China berapa sih usahanya di Indonesia. Yang paling besar di Indonesia itu Jepang. Jangan salah lho. Jepang itu 94 persen mobil di Indonesia. Bilang China, China apanya. Yang besar-besar bukan China," imbuhnya

Advertisement

Menurut dia, Indonesia memperlakukan semua negara yang hendak berinvestasi secara sama. Tidak ada perlakuan khusus untuk negara tertentu. "Indonesia terlalu besar sebagai suatu negara untuk berpihak kepada suatu negara saja," tegasnya.

Negara manapun yang mau berinvestasi harus memenuhi beberapa persyaratan. Salah satunya menggunakan teknologi yang ramah lingkungan.

"Apakah Amerika, apa China, apa Jepang. Kita berpihak pada kepentingan masing-masing. Siapapun yang masuk Indonesia harus comply (dengan syarat yang diajukan)," jelas dia

Advertisement

Investasi yang masuk pun harus memiliki nilai tambah. Selain itu mesti ada transfer teknologi. Investor asing juga diwajibkan membantu ketersediaan tenaga ahli dalam negeri melalui program vokasi.

"Kita paksa kau mau invest tapi hrus ikut ini itu, bukan mau diatur tapi ktia permudah izinnya," tegas Luhut.

Baca juga:
Prabowo bertemu PM Singapura Lee Hsien Loong Bahas Penguatan Hubungan Bilateral
Polri dan Kepolisian Ukraina Sepakat Jalin Kerja Sama di Bidang Keamanan Siber
Polisi Hong Kong Ajak Polri Jalin Kerja Sama Dalam Penanggulangan Terorisme
Bertemu Wakil Jaksa Agung AS, Kapolri Tingkatkan Kerja Sama Penegakan Hukum
BI dan Bank Sentral China Perbarui Perjanjian Swap Menjadi USD 30 Miliar

(mdk/azz)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.